KALIMANTAN SELATAN — Hazard datang ke Santiago Bernabeu dengan status bintang setelah sukses bersama Chelsea. Madrid harus merogoh kocek 100 juta euro untuk memboyongnya, dan ekspektasi publik langsung membumbung tinggi. Begitu tiba, ia langsung disematkan nomor tujuh, nomor yang identik dengan legenda hidup klub, Cristiano Ronaldo.
Alih-alih bangga mengenakan nomor tujuh, Hazard justru mengaku risih. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan keinginan awalnya adalah memakai nomor sepuluh milik Luka Modric.
"Saya tidak ingin mengambil nomor tujuh milik Cristiano pada awalnya. Saya ingin mengambil nomor 10 milik Modric. Saya pikir dia akan mengatakan pada saya untuk mengambilnya, tetapi ternyata tidak," ucap Hazard.
Nomor tujuh di Madrid memang bukan sekadar angka. Sebelum Ronaldo, nomor itu sempat dipakai Raul Gonzalez. Setelah Ronaldo hengkang ke Juventus pada 2018, Mariano Diaz sempat mewarisinya selama satu musim sebelum akhirnya diberikan ke Hazard.
Keputusan Hazard memakai nomor tujuh ternyata menjadi bumerang. Performanya di Madrid jauh dari kata memuaskan jika dibandingkan saat berseragam Chelsea. Cedera demi cedera menghantui, membuatnya tak pernah tampil konsisten.
Selama empat musim di Madrid, Hazard hanya mampu mencetak tujuh gol. Ia tak pernah benar-benar menjadi andalan, baik di bawah asuhan Zinedine Zidane maupun Carlo Ancelotti. Seperti Mariano Diaz, Hazard pun gagal menjadi sosok pengganti Ronaldo yang diharapkan.
Pada musim 2022/2023, Hazard akhirnya memutuskan pensiun dini di usia 32 tahun. Kisahnya di Madrid menjadi salah satu transfer paling mengecewakan dalam sejarah klub.