Kecewa Dimaafkan LBH, Tokoh Adat Papua Selatan Kini Dukung PSN Lumbung Pangan

Penulis: Benny Surbakti  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 14:22:01 WIB
Mama Sinta menyatakan dukungan terhadap program pemerintah dan perusahaan di Papua Selatan.

KALIMANTAN SELATAN — Mama Sinta mengaku sudah tidak lagi bergabung dengan kelompok pendamping hukum yang selama ini mengajaknya menyuarakan penolakan. Ia mengambil keputusan sendiri untuk mendukung program pemerintah dan perusahaan yang menggarap lahan di Papua Selatan.

"Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka. Saya mau cari pekerjaan di perusahaan karena rumah saya ingin direhab, sudah tidak layak lagi," ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Cerita di Balik Pembalikan Sikap Mama Sinta

Perempuan dari komunitas adat Marind itu menceritakan awal mula ia diajak menolak pembukaan lahan. Pernyataannya, kata dia, kemudian viral di media sosial tanpa sepengetahuannya. Hal itu membuatnya kecewa terhadap LBH Papua Pusaka yang mendampinginya.

"Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH. Saya minta maaf karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka," ungkap Mama Sinta.

Selama enam bulan mendampingi penolakan PSN, ia mengaku beberapa kali bepergian ke Jayapura, Makassar, hingga Jakarta. Namun, ia hanya menerima uang duduk Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dari LBH tersebut. "Yang saya dapat cuma capeknya saja," katanya.

Kondisi Rumah yang Memprihatinkan

Mama Sinta memperlihatkan kondisi rumahnya yang menurutnya tidak layak. Dapur dan kompor yang ia gunakan sehari-hari sudah rusak. "Sumbunya sudah habis, terpaksa saya pakai kayu bakar," ucapnya.

Ia berharap perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah bisa membantunya mendapatkan pekerjaan. "Pemerintah bisa membantu kita lewat perusahaan. Kami mendukung karena kami tidak punya apa-apa di kampung ini," tuturnya.

Bantahan dari Lembaga Pendamping

Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau Juple, membantah pernyataan Mama Sinta. Ia menyebut tokoh adat itu masih bersama mereka dan berkomitmen menolak PSN Papua Selatan.

"Enggak ada, itu perlu diklarifikasi. Mama Yasinta bersama LBH Merauke dan Pusaka Bentala Rakyat berkomitmen terus menolak PSN," kata Juple, Sabtu (23/5/2026).

Meski terdapat perbedaan klaim, Mama Sinta bersikukuh dengan keputusannya. Ia berharap dukungannya terhadap program pemerintah bisa membawa perubahan nyata bagi hidupnya dan keluarganya. "Perusahaan boleh lanjut sampai kami bisa menikmati hasil yang sudah diberikan," pungkasnya.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top