BANJARBARU — Puluhan pohon gaharu atau Aquilaria kini tumbuh di Arboretum Ayu Tirta, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penanaman dilakukan Pemkot Banjarbaru melalui gerakan "Kartini Hebat Banjarbaru", Sabtu (19/4), sebagai simbol peran aktif perempuan dalam pelestarian alam.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby ikut mencangkul dan menanam langsung bibit pohon yang dikenal sebagai "emas hijau nusantara" itu. Ia didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, pengelola arboretum, dan puluhan penggiat lingkungan.
Pohon gaharu bukan sekadar tanaman hias. Kayunya menghasilkan damar wangi bernilai ekonomi tinggi yang diminati pasar internasional. "Lingkungan yang terjaga adalah investasi besar bagi masa depan daerah," ujar Lisa dalam sambutannya.
Pemkot Banjarbaru sengaja memilih spesies ini karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi. Dengan begitu, gerakan lingkungan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Founder Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, mengatakan kawasan ini dirancang sebagai ruang edukasi lingkungan terbuka. "Kami ingin masyarakat lebih mengenal kekayaan hayati lokal sekaligus memahami pentingnya menjaga tanaman yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi," kata Chendrawan.
Setelah penanaman, rombongan wali kota meninjau koleksi tanaman di arboretum. Beberapa jenis flora khas Kalimantan diperkenalkan sebagai bahan pembelajaran bagi pengunjung dan pelajar.
Menurut Lisa, semangat Kartini masa kini tidak lagi terbatas pada pendidikan atau kesetaraan gender. "Tetapi juga keberanian mengambil peran dalam menjaga bumi dan menggerakkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Pemkot Banjarbaru menargetkan gerakan ini bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak perempuan dari berbagai kelurahan. Ke depan, penanaman pohon produktif dan konservasi akan diperluas ke titik-titik lain di kota.