BANJARBARU — M Syarifuddin tak lagi hanya menyaksikan pemberangkatan jemaah haji dari balik meja kerjanya. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan itu kini duduk di antara ratusan calon jemaah haji reguler yang tergabung dalam Kloter BDJ-19, siap terbang ke Tanah Suci.
Ia dan sang istri menjadi bagian dari gelombang keberangkatan tahun ini setelah hampir satu setengah dekade menunggu antrean. Syarifuddin mengaku mendaftar secara reguler seperti warga lainnya, bukan lewat jalur khusus.
Cerita administrasi Syarifuddin cukup unik. Ia mulanya mendaftar sebagai calon jemaah haji di Kabupaten Tapin, tempatnya bertugas sebelumnya. Namun, mutasi jabatan ke Banjarmasin membuat data keanggotaannya ikut berpindah.
“Kemarin ikut (mendaftar di) Tapin, tapi kita mutasi ke Banjarmasin. Jadi, tergabung dari Banjarmasin,” katanya saat ditemui, Rabu (20/5/2026) malam.
Ia menegaskan bahwa proses pendaftaran dan masa tunggu yang dijalaninya sama persis dengan jemaah reguler lainnya. “Jadi kita mendaftar seperti biasa, ikut daftar (haji) reguler, (berangkat) sama istri,” cetusnya.
Menjelang keberangkatan, Syarifuddin mengaku sudah mempersiapkan diri secara matang. Latihan manasik hingga menjaga kondisi fisik menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Mudah-mudahan nantinya dapat haji yang mabrur dan semua jemaah yang maupun jemaah haji Kalsel khususnya maupun jemaah haji Indonesia ini nantinya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” harapnya.
Keberangkatan Sekda Kalsel ini menjadi salah satu momen yang menarik perhatian, mengingat seorang pejabat tinggi daerah memilih jalur reguler dan menunggu bertahun-tahun seperti jemaah pada umumnya. Kloter BDJ-19 sendiri merupakan salah satu dari puluhan kloter yang diberangkatkan dari embarkasi Banjarmasin menuju Madinah dan Mekkah.