Berbeda dari musim-musim sebelumnya yang selalu mendapat dua slot, kali ini Asprov PSSI Kalsel hanya menerima satu tiket. Baktiansyah menjelaskan, keputusan ini tertuang dalam surat resmi dari PSSI yang baru diterima pihaknya.
"Surat resmi dari PSSI yang baru diterima pihaknya yang menyatakan secara gamblang bahwa jatah Kalsel di Liga 4 Zona Nasional hanya satu slot," ungkap Baktiansyah.
Penurunan jumlah slot ini dipicu oleh bertambahnya jumlah provinsi peserta Liga 4 musim ini. Masuknya empat hingga lima provinsi baru dari Papua yang semuanya menggelar kompetisi daerah tahun ini membuat total peserta nasional meningkat signifikan.
"Jumlah pertandingan kita sebetulnya cukup bagus, ada 56 pertandingan. Tapi kita hanya dapat satu. Kita terima ini," jelasnya.
Dengan keputusan ini, pintu Gasib Barabai yang menjadi runner up Liga 4 Regional Kalsel untuk tampil di level nasional resmi tertutup. Gasib Barabai sempat menjadi kejutan di kompetisi regional musim ini.
"Gasib Barabai telah tampil sebagai kuda hitam yang mengejutkan sepanjang kompetisi regional. Berhasil menembus babak final dan memberikan perlawanan sengit kepada sang juara," kata Baktiansyah.
Turnamen Liga 4 Zona Nasional dijadwalkan dimulai pada 30 Mei 2026 di Pulau Jawa. Beberapa titik lokasi yang diperkenankan mengajukan diri sebagai tuan rumah adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Baktiansyah menitipkan pesan khusus kepada Persemar Martapura. Ia berharap waktu persiapan yang cukup panjang sejak menjadi juara regional bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menampilkan kualitas terbaik sepak bola Kalsel di pentas nasional.
"Persemar Martapura tentunya sejak menjadi juara sudah mendapat kepastian lolos, itu keuntungan sang juara. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Apalagi mereka memasang target ingin menggantikan posisi Martapura FC di Liga 2. Kita mendoakan agar keinginan itu bisa terwujud," terang Baktiansyah.