BANJARBARU — Kasrun bin Midin, warga transmigran asal Jawa Timur yang kini menetap di Kalimantan Selatan sejak 1979, menjadi perhatian di Embarkasi Haji Banjarmasin. Di usianya yang telah melewati satu abad, ia dinyatakan laik berangkat menunaikan rukun Islam kelima.
Pria kelahiran 1924 itu tergabung dalam Kloter BDJ 17 yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Barito Kuala, Kotabaru, dan Kota Banjarmasin. Kloter tersebut diberangkatkan pada Senin (18/5/2026) dini hari pukul 01.57 Wita menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Eddy Khairani, menyempatkan diri menemui langsung Mbah Kasrun di ruang khusus jemaah prioritas. Ia menanyakan kondisi kesehatan dan keseharian jemaah tertua tersebut.
“Apa resep mbah sampai mencapai usia 102 tahun?” tanya Eddy Khairani.
Dengan logat khas Jawa Timur, Mbah Kasrun menjawab singkat. “Rajin ibadah,” ujarnya sambil tersenyum. Jawaban itu membuat Eddy Khairani terharu dan menyebutnya sebagai inspirasi bagi jemaah lain.
Menurut sang anak yang mendampingi pemeriksaan kesehatan, Mbah Kasrun datang ke Kalimantan Selatan melalui program transmigrasi pada 1979. “Kalau dulu awal program transmigrasi, ayah bertani dan berkebun. Namun sekarang lebih banyak di peternakan dan kebun kelapa sawit,” jelas putranya di ruang jemaah prioritas, Senin (18/5/2026) malam.
Meski usianya sudah sangat lanjut, Mbah Kasrun masih aktif menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga. Keberangkatannya ke Tanah Suci menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk beribadah.
Eddy Khairani berpesan kepada pendamping agar kondisi fisik Mbah Kasrun benar-benar diperhatikan selama di Arab Saudi. Terutama menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Jangan dipaksakan untuk selalu mengikuti ibadah di Masjidil Haram apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Yang paling penting kesehatan beliau tetap terjaga,” ujar Eddy Khairani.
Petugas haji Indonesia telah menyiapkan layanan prioritas bagi jemaah lansia dan risiko tinggi agar tetap mendapatkan pendampingan maksimal selama menjalankan ibadah.
Dengan diberangkatkannya Kloter BDJ 17, sebanyak 6.095 jemaah dan petugas Embarkasi Banjarmasin telah berada di Kota Mekkah. Embarkasi Banjarmasin masih menyisakan dua kloter keberangkatan, yakni Kloter BDJ 18 dan BDJ 19, yang dijadwalkan menutup masa operasional pemberangkatan haji pada 21 Mei 2026.