KALIMANTAN SELATAN — Harga dasar emas Antam ukuran 1 gram tercatat di level Rp2,839 juta per gram pada perdagangan Rabu (13/5). Angka ini merosot dari posisi sebelumnya yang bertengger di Rp2,859 juta per gram. Pelemahan juga terjadi pada sisi pembelian kembali (buyback), yang kini dipatok Rp2,656 juta per gram—turun Rp20 ribu dari perdagangan kemarin.
Penurunan harga ini terjadi secara seragam di seluruh pecahan. Emas ukuran 5 gram, misalnya, turun Rp100 ribu menjadi Rp13,970 juta, sementara emas 100 gram ambles Rp2 juta ke level Rp278,112 juta. Pola koreksi ini mengindikasikan tekanan jual yang merata, bukan sekadar fluktuasi di pecahan ritel semata.
Selisih antara harga jual dan harga buyback Antam saat ini mencapai Rp183 ribu per gram. Angka ini tergolong lebar jika dibandingkan dengan rata-rata historis. Bagi investor yang biasa memarkir dana di emas batangan, spread ini menjadi biaya tersembunyi yang harus diperhitungkan saat akan mencairkan investasi.
Kondisi serupa juga terjadi pada produk BSI Gold. Logam mulia produksi Bank Syariah Indonesia ini mencatat harga jual Rp2,733 juta per gram dengan buyback hanya Rp2,601 juta. Artinya, pemilik BSI Gold harus merelakan potongan sekitar Rp132 ribu per gram jika menjual kembali di hari yang sama.
Menariknya, pergerakan harga emas di Pegadaian justru menunjukkan arah sebaliknya. Emas Galeri24 ukuran 1 gram naik Rp22 ribu menjadi Rp2,836 juta per gram. Sementara emas UBS melesat Rp25 ribu ke posisi Rp2,887 juta per gram.
Perbedaan ini bukanlah anomali. Setiap produk emas memiliki produsen, standar cetakan, dan jalur distribusi yang berbeda. Antam misalnya, diproduksi langsung oleh PT Aneka Tambang dan dijual melalui jaringan Logam Mulia, sementara Galeri24 dan UBS memiliki skema distribusi sendiri melalui Pegadaian. Struktur biaya dan strategi penetapan harga masing-masing pelaku pasar inilah yang menciptakan disparitas.
Bagi investor yang membeli emas sebagai aset lindung nilai (hedging), koreksi harga seperti ini justru bisa menjadi peluang akumulasi. Namun, penting untuk mencermati spread jual-beli yang melebar. Jika selisih harga jual dan buyback terlalu besar, potensi keuntungan jangka pendek semakin tergerus oleh biaya transaksi.
Untuk diketahui, harga dasar Antam yang tercantum di atas belum termasuk pajak sebesar 0,25 persen. Investor perlu memperhitungkan komponen ini saat membandingkan harga antarproduk atau antarplatform penjualan.