BANJARBARU — Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel Endarto menyatakan sebagian besar pasukan yang sebelumnya bertugas di Guntung Damar telah digeser ke Blok Merah untuk memperkuat penanganan. Perpindahan kekuatan itu dilakukan setelah titik api di wilayah Guntung Damar berhasil dikendalikan.
Pembagian Peran Tim Gabungan di Lapangan
Tim gabungan tidak bekerja serampangan. Endarto menjelaskan pembagian peran disusun sistematis, mulai dari pemetaan jalur air, pembukaan akses dan perintisan lokasi, hingga eksekusi pemadaman langsung di titik api.
“Sebagian besar pasukan yang sebelumnya berada di Guntung Damar telah kami geser ke sini untuk memperkuat penanganan di Blok Merah,” ujar Endarto, Jumat (16/10).
Dukungan personel datang dari hampir 20 perusahaan mitra pertambangan. Masing-masing mengirim tenaga lapangan sehingga total kekuatan yang dikerahkan mencapai 70 hingga 80 orang.
Drone Pantau Sebaran Titik Api Pagi dan Sore
Pemantauan sebaran titik api memakai teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Hasil pantauan dievaluasi lewat briefing rutin setiap pagi dan sore hari untuk menjaga presisi serta keselamatan kerja personel.
Seluruh personel juga diinstruksikan menyisir sisa bara api di lapisan bawah. Langkah itu untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di area yang sebelumnya tampak padam.
Blok Merah Jadi Prioritas Usai Guntung Damar Terkendali
Perpindahan fokus ke Blok Merah menandai perubahan prioritas penanganan karhutla di Banjarbaru. Kawasan di Jalan Gubernur Syarkawi itu kini menjadi sasaran utama operasi gabungan.
Dinas ESDM Kalsel bersama Satpol PP dan Damkar serta Dinas PUPR terus mengintensifkan penanganan di lokasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pemadaman berjalan cepat dan terkoordinasi.