Pencarian

Bank Kalsel Dukung Konsolidasi 8 BPR Milik Pemkab Se-Kalsel, Kantor Pusat Dipindah ke Banjarmasin

Kamis, 15 Oktober 2026 • 18:32:30 WIB
Bank Kalsel Dukung Konsolidasi 8 BPR Milik Pemkab Se-Kalsel, Kantor Pusat Dipindah ke Banjarmasin
Gubernur Kalsel H Muhidin menyaksikan penandatanganan MoU konsolidasi delapan BPR milik pemkab se-Kalsel di Banjarmasin.

BANJARMASIN — Delapan BPR milik pemerintah kabupaten yang terlibat dalam konsolidasi meliputi Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Tapin, Kotabaru, dan Tanah Laut. Prosesi penandatanganan MoU turut didampingi Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Misran Pasaribu, Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, Dirut Bank Kalsel Fachrudin, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel Eddy Elminsyah Jaya.

Gubernur H Muhidin menyatakan penggabungan ini menyatukan kelembagaan BPR ke dalam satu struktur, dengan Banjarmasin sebagai markas utama.

"Jadi, kita gabung menjadi satu. Nanti pusatnya di Banjarmasin, sedangkan delapan BPR yang ada di kabupaten menjadi cabang," ujar Gubernur H Muhidin ditemui usai penandatanganan MoU.

Program Pinjaman Bunga Nol Persen Tetap Dijalankan

Konsolidasi tidak sekadar menata ulang kelembagaan. Menurut Gubernur H Muhidin, penggabungan bertujuan memperkuat kemampuan BPR agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

Pemerintah provinsi memastikan program pembiayaan yang sudah berjalan di tiap daerah tidak ikut dihapus. Pinjaman berbunga nol persen yang selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemda tetap dilaksanakan.

"Program pinjaman nol persen tetap dilaksanakan. Itu tetap harus berjalan," tegasnya.

Pemerintah kabupaten juga dibuka peluang mengusulkan program pembiayaan lain sesuai kebutuhan warga setempat. Usulan tersebut akan dibahas bersama dalam kerangka kelembagaan BPR yang telah dikonsolidasikan.

Biro Ekonomi Setda dan OJK Susun Format Kelembagaan

Gubernur H Muhidin mengingatkan proses penggabungan wajib mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan agar operasional BPR tetap terjaga.

Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel ditugaskan menyusun format kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan bersama OJK, sehingga konsolidasi punya landasan yang sesuai ketentuan berlaku.

"Kita buat sesuai aturan yang ada. Biro Ekonomi bersama OJK menyiapkan formatnya supaya nanti tidak salah," katanya.

Bank Kalsel Siapkan Kantor Pusat dan Pelatihan SDM

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menyebut proses penggabungan telah dibahas sejak sekitar dua tahun lalu dan kini dimatangkan bersama OJK serta Pemerintah Provinsi Kalsel. Konsolidasi dinilai penting untuk menyehatkan kelembagaan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat koordinasi bisnis.

Bank Kalsel menyatakan siap mendukung penyediaan kantor pusat di Banjarmasin serta pelatihan bagi komisaris, direksi, dan pegawai BPR melalui Aksel University.

"Bank Kalsel siap mendukung konsolidasi ini, termasuk fasilitas kantor pusat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujarnya.

Program pembiayaan di setiap daerah tetap dapat disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah masing-masing. Konsolidasi ditargetkan memasuki tahap pelaksanaan pada April 2027.

Fachrudin berharap penggabungan tersebut membuka ruang sinergi yang saling menguatkan, dengan pembagian peran bisnis yang jelas antara BPR dan Bank Kalsel.

"Sinergi BPR dan Bank Kalsel harus saling menguntungkan, saling mendukung, dan tidak tumpang tindih," tutupnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks