BANJARMASIN — Pemantauan kualitas udara di Kalimantan Selatan menunjukkan kondisi yang belum membaik. Selain Barito Kuala dan Banjarmasin, tiga wilayah lain juga tercatat dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat ISPU 209 atau sangat tidak sehat. Sementara Kabupaten Tabalong berada di angka 136 dan Kabupaten Banjar 117, keduanya masuk kategori tidak sehat.
Angka ISPU Barito Kuala Tertinggi dalam Pemantauan
ISPU 364 di Barito Kuala menjadi angka tertinggi dari lima wilayah yang dipantau DLH Kalsel. Kategori berbahaya menandakan kualitas udara dapat merugikan kesehatan seluruh populasi tanpa terkecuali.
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan disebut sebagai penyebab utama kondisi ini. Partikel mikroskopis PM2,5 yang dihasilkan pembakaran lahan menjadi ancaman serius bagi saluran pernapasan warga.
Masker N95 dan Air Putih Jadi Langkah Pencegahan Utama
DLH Kalsel mengimbau warga di wilayah berbahaya dan sangat tidak sehat untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 atau masker medis diutamakan untuk menyaring partikel mikroskopis yang berbahaya bagi paru-paru.
Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih. Langkah ini untuk membuang racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, serta meredakan tenggorokan yang gatal akibat paparan asap.
Pembakaran Lahan Dilarang Keras
DLH Kalsel menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga membahayakan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan tetangga sekitar.
Warga di lima wilayah pantauan diminta memantau perkembangan ISPU secara berkala. Kondisi udara dapat berubah cepat tergantung arah angin dan intensitas karhutla di sekitar wilayah masing-masing.