BARITO KUALA — Kecelakaan di alur Sungai Barito menambah daftar dampak karhutla di Kalimantan Selatan. Kelotok yang menjadi korban merupakan milik pekerja sawit PT Hasnur. Informasi yang beredar di grup WhatsApp menyebutkan nahkoda tongkang diduga tidak dapat melihat keberadaan kelotok di depannya karena kabut asap tebal.
Suara Ibu Histeris Terekam di Video Amatir
Insiden ini viral setelah beredarnya video amatir yang diterima Jejakrekam.com. Dalam rekaman itu, terdengar suara seorang ibu berteriak histeris menyaksikan detik-detik tabrakan.
Dengan suara gemetar dan penuh isak tangis, ibu tersebut berteriak, "Allahu Akbar, kelotok sudah menepi atau di pinggir, kenapa tetap ditabrak."
Ucapannya terdengar sebagai protes sekaligus ketakutan mendalam atas kejadian yang berlangsung cepat di tengah keterbatasan pandangan.
Kabut Asap Ancam Keselamatan Transportasi Sungai dan Darat
Kabut asap akibat karhutla membuat jarak pandang di Sungai Barito hanya beberapa meter. Kondisi itu memaksa motoris kelotok dan nahkoda tongkang mengambil risiko besar setiap melintas.
Sungai Barito sendiri merupakan nadi utama transportasi dan ekonomi warga Barito Kuala. Di jalur darat, pengendara motor dan mobil juga diminta ekstra hati-hati karena pandangan terbatas.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kalsel sudah masuk kategori Berbahaya dan Sangat Tidak Sehat. Asap tidak hanya mengancam kesehatan paru-paru, tetapi juga keselamatan lalu lintas.
Warga Desak Pembatasan Pelayaran Saat Kabut Terparah
Warga berharap Syahbandar dan perusahaan tongkang meningkatkan kewaspadaan ekstra. Mereka mendesak pelayaran dibatasi saat kabut asap berada di titik terparah pada pagi hari.
Desakan lain menyasar penanganan karhutla yang dinilai belum serius. Asap yang menyesakkan napas kini dinilai sudah membahayakan keselamatan di Sungai Barito.
Belum ada keterangan resmi terkait kondisi korban di dalam kelotok maupun nilai kerugian materil. Pihak berwenang dan perusahaan tongkang belum memberikan pernyataan atas insiden tersebut.