KALIMANTAN SELATAN — Pameran otomotif GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, menjadi titik balik bagi pasar kendaraan listrik nasional. Tidak ada lagi cerita tentang mobil listrik yang semuanya mahal dan eksklusif. Deretan pabrikan dari China, Jepang, hingga Eropa justru saling menurunkan harga untuk merebut pasar, dengan beberapa model bahkan menembus rentang harga LCGC.
Dari 13 mobil listrik yang meluncur, mayoritas adalah SUV dan crossover kompak. Namun yang paling menarik perhatian adalah kehadiran mobil mungil perkotaan dengan harga di bawah Rp200 juta, sebuah segmen yang sebelumnya hanya diisi oleh mobil bermesin bensin.
Wuling Aira EV: Mobil Listrik Termurah di GIIAS 2026
Wuling kembali menjadi pembuat kejutan dengan membanderol Aira EV di angka yang sangat agresif. Model empat pintu ini hadir dalam dua varian: Standard Range Rp155 juta dan Long Range Rp175 juta. Dengan harga tersebut, Aira EV langsung bersaing dengan mobil LCGC seperti Daihatsu Ayla atau Toyota Agya, tetapi dengan biaya operasional listrik yang jauh lebih rendah.
- Kapasitas penumpang: 4 orang
- Layar sentuh: 10,1 inci dengan sistem operasi Ling OS
- Dua pilihan baterai: Standard Range dan Long Range
Yang perlu dicatat, harga ini belum termasuk biaya pengiriman dan pajak di beberapa daerah. Namun untuk pasar Jakarta, angka tersebut menjadikan Aira EV sebagai pintu masuk termurah menuju elektrifikasi.
Chery Q dan BAIC T1: Duel Sengit SUV Kompak di Bawah Rp400 Juta
Chery membawa Q dengan dua varian, Pure Rp249,9 juta dan Rizz Rp269,9 juta. Selama GIIAS, harga khusus diturunkan menjadi Rp239,9 juta dan Rp259,9 juta. Baterai LFP 42,7 kWh-nya diklaim mampu menempuh hingga 400 km berdasarkan standar NEDC. Untuk ukuran mobil sekelas city car, angka ini cukup impresif.
BAIC tidak mau kalah. T1, SUV crossover kompak pertama mereka di Indonesia, dibanderol Rp393 juta dengan harga khusus pameran Rp373 juta. Motor listriknya menghasilkan 70 kW dan torsi 176 Nm, dengan klaim jarak tempuh 425 km berdasarkan standar CLTC. Perbedaan standar pengukuran ini penting: CLTC biasanya lebih optimistis dibandingkan NEDC, dan keduanya jauh dari angka real-world.
Keduanya sama-sama menarik di atas kertas, tetapi belum ada data pengujian independen untuk konsumsi energi aktual di kondisi lalu lintas Indonesia.
Honda Super-ONE: Mobil Listrik Pertama Honda dengan Harga Premium
Honda akhirnya angkat bicara di segmen EV dengan memperkenalkan Super-ONE. Desainnya retro, tetapi dimensinya lebih lebar dari Honda N-One e: yang dijual di Jepang. Fitur Boost Mode menjadi nilai jual utama, meningkatkan tenaga hingga sekitar 95 PS untuk akselerasi sesaat.
- Perkiraan harga: Rp438 juta
- Baterai: sekitar 29,6 kWh
- Jarak tempuh: sekitar 270 km WLTC
- Pemesanan dibuka: 5 Agustus 2026
Dengan kapasitas baterai yang relatif kecil dan jarak tempuh di bawah 300 km, Super-ONE jelas menyasar pengguna perkotaan yang memiliki fasilitas charging di rumah. Harga Rp438 juta untuk mobil sekelas city car terasa mahal, tetapi brand value Honda dan jaringan layanan purna jual yang luas mungkin menjadi pertimbangan utama pembeli.
Leapmotor B10 dan C10: Strategi Harga Agresif dari Merek China
Leapmotor datang dengan dua SUV sekaligus. B10 dibanderol normal Rp499 juta, tetapi selama GIIAS turun menjadi sekitar Rp449 juta. Motor 160 kW dengan torsi 240 Nm dan baterai 67,1 kWh memberikan klaim jarak tempuh 516 km NEDC. Pengisian daya 30-80 persen hanya butuh sekitar 17 menit jika menggunakan fast charging yang sesuai.
Saudara besarnya, C10, dijual Rp618 juta OTR Jakarta dengan promo Rp598 juta untuk 500 pemesan pertama. Tenaganya lebih besar, 220 kW, dengan baterai 69,9 kWh dan jarak tempuh 478 km NEDC. Menariknya, C10 yang lebih besar justru memiliki jarak tempuh lebih pendek dari B10—sebuah pengingat bahwa angka klaim pabrikan harus selalu diverifikasi ulang.
Changan Nevo Q05, Lepas E4, dan Toyota bZ4X Touring: Kelas Menengah hingga Premium
Changan memperkenalkan Nevo Q05 sebagai model pertama submerek Nevo di Indonesia. Dua varian ditawarkan: Pro Rp309 juta dan Max Rp359 juta. Motor listrik 120 kW dengan klaim jarak tempuh 462 km NEDC. Keunggulan utamanya ada pada kecepatan charging—30 hingga 80 persen hanya dalam 15 menit.
Lepas E4, pendatang baru lainnya, menawarkan paket lengkap di harga Rp349 juta (promo GIIAS Rp339 juta). Motor 160 kW, baterai 67 kWh, klaim jarak tempuh lebih dari 600 km, plus fitur V2L dan 18 fitur ADAS. Jika klaim jarak tempuh tersebut benar di kondisi nyata, E4 bisa menjadi value-for-money terbaik di kelasnya.
Di puncak segmen, Toyota bZ4X Touring hadir dengan bodi lebih panjang dari versi standar, memberikan ruang kabin dan bagasi ekstra. Sistem AWD dengan dua motor menghasilkan tenaga gabungan 280 kW dari baterai 74,69 kWh. Jarak tempuh diklaim hingga 4... (data tidak lengkap), tetapi yang jelas, ini adalah Toyota listrik paling serius yang pernah dijual di Indonesia.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Dari 13 mobil yang meluncur, ada beberapa catatan penting. Pertama, hampir semua klaim jarak tempuh menggunakan standar NEDC atau CLTC yang optimistis. Pemakaian di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam atau kondisi macet dengan AC menyala akan menghasilkan angka yang jauh berbeda.
Kedua, harga khusus GIIAS biasanya hanya berlaku selama pameran. Setelah acara selesai, harga bisa kembali naik. Ketiga, infrastruktur charging di luar Jabodetabek masih menjadi pertanyaan besar. Pastikan Anda memiliki akses ke home charging sebelum memutuskan membeli EV, apa pun mereknya.
Pilihan terbaik sangat tergantung kebutuhan: Wuling Aira untuk mobilitas harian murah, Chery Q atau BAIC T1 untuk city car kompak, Leapmotor B10 untuk SUV keluarga dengan jarak tempuh jauh, dan Toyota bZ4X Touring untuk mereka yang mengutamakan reputasi merek dan fitur keselamatan lengkap.