BANJARBARU — Empat pilar itu menjadi fondasi agar seluruh program pengembangan Geopark Meratus terintegrasi dan memenuhi standar UNESCO sebagai kawasan warisan dunia. Badan Pengelola optimistis langkah ini memperkuat posisi Geopark Meratus saat menghadapi proses revalidasi delapan tahun mendatang.
Pilar Konservasi: Lindungi Warisan Geologi hingga Mitigasi Bencana
Dalam rancangan yang dipresentasikan, aspek konservasi diarahkan pada perlindungan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya. Termasuk di dalamnya penguatan adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana.
Pilar Edukasi: Riset Kebumian dan Pemberdayaan Warga
Sektor edukasi difokuskan pada peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu kebumian. Badan Pengelola juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar memiliki pemahaman lebih kuat tentang pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya kawasan Geopark Meratus.
Pilar Ekonomi Berkelanjutan: Geowisata dan Produk Lokal
Pengembangan ekonomi berkelanjutan diarahkan untuk memperkuat produk lokal, geowisata, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan warga tanpa mengorbankan kelestarian kawasan.
Pilar Sarana Pengelolaan: Koordinasi dan Evaluasi Ketat
Pilar sarana pengelolaan menitikberatkan pada peningkatan koordinasi, tata kelola kawasan, pemantauan, hingga evaluasi agar seluruh program berjalan efektif sesuai standar UNESCO.
Tenaga Ahli Teknis Perencanaan dan Culturediversity Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Resita Rahmitiasari, menegaskan bahwa keempat pilar tersebut menjadi strategi utama dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan.
“Empat pilar pengembangan menjadi fondasi dalam pengelolaan Geopark Meratus. Melalui konservasi, edukasi, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola yang baik, kami ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai standar UNESCO Global Geopark,” ujar Resita.
Ia menambahkan, penyempurnaan Rencana Induk akan menjadi pedoman bersama seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program pengembangan Geopark Meratus secara terpadu.
“Rencana Induk ini akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan Geopark Meratus semakin terarah, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan geologi, hayati, dan budaya,” tambahnya.