Pencarian

27 Persen Keluarga di Kalsel Alami Minim Keterlibatan Ayah, BKKBN Dorong Gerakan 'Ayah Wajib Hadir'

Rabu, 01 Juli 2026 • 15:32:01 WIB
27 Persen Keluarga di Kalsel Alami Minim Keterlibatan Ayah, BKKBN Dorong Gerakan 'Ayah Wajib Hadir'
persen keluarga di Kalimantan Selatan mengalami minim keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

BANJARMASIN — Temuan dari Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2025 menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan: lebih dari seperempat keluarga dengan anak di Kalimantan Selatan belum merasakan kehadiran ayah secara maksimal dalam proses tumbuh kembang anak. Data ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat fondasi pengasuhan keluarga.

Peran Ayah Tak Lagi Sekadar Mencari Nafkah

Lisna Prihantini mengingatkan bahwa keterlibatan ayah kini memiliki dimensi yang lebih luas. Tidak hanya sebagai pencari nafkah, seorang ayah dituntut hadir secara emosional melalui komunikasi, pendampingan belajar, hingga menjadi teladan bagi anak-anaknya.

"Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan beragam tantangan yang dihadapi anak dalam proses tumbuh kembang," ujar Lisna di Banjarmasin, Rabu.

Menurutnya, kehadiran ayah merupakan investasi jangka panjang bagi karakter dan masa depan anak. Anak yang tumbuh dengan figur ayah yang terlibat cenderung memiliki fondasi mental yang lebih kuat.

GATI hingga GEMAS: Strategi BKKBN Mengikis Fatherless

Untuk menjawab persoalan ini, BKKBN meluncurkan program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini diperkuat dengan dua gerakan turunan: Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMAS).

Lisna menjelaskan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu berbincang, mendampingi proses belajar, atau sekadar mendengarkan cerita anak, jika dilakukan konsisten, akan membangun ikatan emosional yang kuat.

"Karena anak yang tumbuh bersama ayah yang terlibat akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan. Semangat 'Ayah Wajib Hadir' harus menjadi gerakan bersama demi mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas," tegasnya.

Sekda Kalsel: Jangan Biarkan Anak Tumbuh dengan Ayah yang Absen Secara Psikologis

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menambahkan, fenomena fatherless menjadi tantangan serius dalam pembangunan keluarga. Ia khawatir kondisi ini dapat melemahkan pembentukan karakter, kesehatan mental, dan ketahanan sosial generasi muda.

"Kehadiran ayah merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik, tetapi absen secara psikologis," ujar Syarifuddin saat peringatan Harganas Ke-33.

Melalui tema "Ayah Wajib Hadir", BKKBN mengajak seluruh orang tua di Kalsel untuk menjadikan pengasuhan sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjelma menjadi budaya pengasuhan yang melahirkan generasi berkarakter dan tangguh.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks