BANJARMASIN — Kabar duka menyelimuti insan pers Kalimantan Selatan. Sukriansyah menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan empat hari di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin akibat penyakit liver yang dideritanya.
Putra sulung almarhum, Lia, membenarkan kabar tersebut. Ia mewakili keluarga memohon maaf atas segala kesalahan dan tutur kata sang ayah yang mungkin pernah menyinggung perasaan orang lain semasa hidup.
Sejak awal pekan, kondisi Sukriansyah terus menurun hingga akhirnya dirawat intensif di Rumah Sakit Ulin. Penyakit liver yang dideritanya menjadi penyebab kepergiannya pada Kamis sore.
Kabar wafatnya mantan wartawan Dinamika Berita itu menyebar cepat di kalangan jurnalis Banjarmasin. Rekan-rekan yang pernah bekerja bersamanya mengenang almarhum sebagai sosok yang akrab dan berdedikasi di dunia pemberitaan daerah.
Jenazah dibawa dari Rumah Sakit Ulin menuju rumah duka di Jalan Kuin Utara, Gang Rahmad, Banjarmasin, pada Kamis malam. Keluarga dan kerabat langsung berdatangan untuk melayat.
Sesuai rencana keluarga, jenazah akan dishalatkan di Masjid Al-Busro setelah Shalat Jumat. Prosesi pemakaman kemudian dilakukan di makam keluarga.
Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga anak laki-laki, tiga anak perempuan, dan dua orang cucu. Keluarga memohon doa agar Sukriansyah mendapat ampunan Allah SWT, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di sisi-Nya dalam keadaan husnul khatimah.
Bagi keluarga besar Radio Swara Bersujud dan Dinamika Berita, kepergian Sukriansyah menjadi kehilangan sosok yang pernah mengabdikan diri di dunia penyiaran dan jurnalistik lokal Kalimantan Selatan.