Telkom Gandeng BSSN dan Peruri Bangun Keamanan Digital Era Kuantum

Penulis: Arif Budiman  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:07:31 WIB
Penandatanganan MoU Telkom dengan BSSN dan Peruri dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta.

KALIMANTAN SELATAN — PT Telkom Indonesia menandatangani dua nota kesepahaman dengan BSSN dan Peruri untuk menyiapkan migrasi kriptografi pasca-kuantum lewat inisiatif Quantum-Safe Indonesia. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, dengan Danantara Indonesia berperan mengorkestrasi ekosistem BUMN. Langkah ini menandai kesiapan infrastruktur digital nasional menghadapi ancaman komputer kuantum terhadap sistem enkripsi yang dipakai saat ini.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyebut perkembangan teknologi kuantum sebagai isu kesiapan jangka panjang bagi ekosistem digital. Menurutnya, kolaborasi dengan BSSN, Peruri, dan dukungan orkestrasi Danantara Indonesia diarahkan agar organisasi mampu memahami kondisi aset kriptografinya, menilai tingkat kesiapan, lalu menyusun langkah mitigasi secara terstruktur.

"Penandatanganan hari ini merupakan strategic foundation, sementara implementasi teknisnya akan terus didalami bersama para pihak," ujar Nanang dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Dua MoU sebagai Landasan Migrasi PQC

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman, masing-masing antara Telkom dan BSSN serta Telkom dan Peruri. Keduanya menjadi dasar penjajakan solusi Post-Quantum Cryptography (PQC), mencakup identifikasi aset kriptografi, penilaian risiko, hingga perencanaan migrasi bertahap.

Inisiatif Quantum-Safe Indonesia menempatkan BSSN sebagai penyedia kerangka, metodologi, standar, dan tata kelola keamanan siber serta kriptografi. Telkom mendukung pengembangan teknologi dan integrasi kapabilitas, termasuk penjajakan perangkat bantu untuk memetakan aset kriptografi dan mengukur kesiapan organisasi.

Sementara Peruri membawa kapabilitas di bidang digital trust, identitas digital, keamanan siber, dan teknologi terkait PQC. Rancangan MoU Telkom-Peruri turut mencakup pengembangan use case digital, peningkatan kapabilitas, serta pertukaran pengetahuan antarlembaga.

Mengapa Komputasi Kuantum Jadi Ancaman Nyata

Komputasi kuantum membuka peluang inovasi, tetapi juga menekan sistem keamanan yang berjalan sekarang. Begitu komputer kuantum mencapai kemampuan tertentu, sejumlah algoritma kriptografi yang melindungi data dan layanan digital berpotensi rentan.

Karena itu, persiapan menuju era pasca-kuantum perlu dimulai lebih awal. Upayanya tidak berhenti pada pengembangan algoritma baru, tetapi juga mencakup inventarisasi aset kriptografi, penilaian risiko, dan penyusunan tahapan migrasi sesuai kebutuhan tiap organisasi.

Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi menegaskan ancaman komputasi kuantum terhadap kriptografi bukan lagi sekadar wacana. Data yang dilindungi hari ini, katanya, dapat menjadi sasaran di kemudian hari.

Kerangka Migrasi Enam Tahap dari BSSN

BSSN menyiapkan kerangka migrasi PQC yang dapat dijadikan acuan organisasi di Indonesia. Tahapannya dimulai dari persiapan, inventarisasi aset kriptografi dan penilaian risiko kuantum, perencanaan migrasi, implementasi, penguatan cryptographic agility, hingga pemantauan dan evaluasi.

Kerangka tersebut dirancang agar transisi berjalan terukur tanpa mengganggu kebutuhan operasional dan standar keamanan yang berlaku. Area penjajakan lain dalam Quantum-Safe Indonesia meliputi crypto-asset discovery, PQC readiness assessment, perangkat bantu asesmen dan migrasi, peningkatan kompetensi, serta pemanfaatan kapabilitas digital trust dan keamanan siber.

Peran Danantara Menyiapkan Proyek Percontohan

Danantara Indonesia mendorong orkestrasi ekosistem dan menjajaki penerapan kapabilitas yang dikembangkan untuk kebutuhan di lingkungan BUMN. Perannya mencakup koordinasi potensi proyek percontohan lintas BUMN, identifikasi kebutuhan sektoral, dan validasi implementasi.

"Danantara Indonesia ingin mendorong terbentuknya kolaborasi antara regulator, BUMN, dan technology player agar capability yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata, memiliki jalur adopsi, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan teknologi nasional," tutur Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei.

DTIIF 2026 sendiri mempertemukan institusi pemerintah, BUMN, pemimpin teknologi global, investor, lembaga riset, dan mitra strategis. Forum ini mendorong pemanfaatan teknologi melalui penerapan industri, kolaborasi, dan peluang investasi.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, kesepakatan Telkom-BSSN-Peruri memberi sinyal bahwa kesiapan kriptografi pasca-kuantum mulai masuk agenda infrastruktur nasional. Implementasi teknis dan jalur adopsi di lingkungan BUMN akan menjadi penentu apakah kerangka ini berlanjut dari penjajakan menjadi standar operasional.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top