KALIMANTAN SELATAN — General Motors memastikan fitur otonom jalan tol yang meluncur 2028 tetap memakai radar, lidar, dan kamera, bukan kamera murni seperti Tesla. Chief Product Officer GM Sterling Anderson menyebut penghapusan radar sebagai "sikap religius yang aneh" karena mengabaikan fisika. Sistem anyar itu akan debut di Escalade IQ 2028.
Anderson menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan The Verge. Ia menilai kamera saja tidak cukup untuk menangani kondisi jalan tertentu, terutama saat cuaca buruk dan pengukuran kecepatan objek secara instan.
Menurut Anderson, radar tergolong komponen berbiaya rendah. Membuangnya justru menciptakan celah keselamatan yang tidak perlu.
"Jika Anda mengurangi menjadi vision-only, fisika menunjukkan Anda akan bermasalah dalam situasi tertentu," kata Anderson seperti dikutip The Verge.
Ia menyebut keputusan menghapus radar sebagai "sikap religius yang aneh yang mengabaikan fisika". GM sendiri memilih jalur multisensor untuk sistem berkendara otonomnya.
Anderson menjelaskan keterbatasan kamera secara teknis. Kamera tidak mampu melihat menembus kabut padat dan tidak bisa mengukur kecepatan sesaat seperti radar.
"Lidar beroperasi pada panjang gelombang yang mirip cahaya tampak dan membantu melatih sistem kamera agar berkembang lebih cepat," ujarnya.
Kombinasi beberapa sensor, lanjut Anderson, memberi keunggulan keselamatan yang jelas. Ia menegaskan hal itu merupakan tuntutan fisika, bukan preferensi teknologi.
Sistem otonom jalan tol GM dirancang bekerja bahkan saat pengemudi tertidur. Mobil juga tidak akan menyerahkan kendali secara mendadak kepada manusia.
"Kami tidak menyerahkan kendali secara dinamis. Ini bukan pertukaran 'Anda mengemudi, sekarang saya mengemudi, ups, saya tidak mengenali ini.' Ini bukan Level 3," kata Anderson.
Sebagai gantinya, mobil memberi hitung mundur bertahap. Pengemudi diberi waktu sekitar 10 menit untuk mengambil alih. Jika tidak merespons, kendaraan menepi dengan aman di jalur keluar sampai pengemudi siap.
Tesla konsisten memakai kamera murni untuk sistem bantuan mengemudi di mobil pribadi. Elon Musk juga pernah mengkritik rival yang memakai lidar.
Pengembang otonom lain menempuh jalur berbeda. Waymo dalam tulisan di blognya menyatakan kamera "tidak cukup" untuk keselamatan.
Latar belakang Anderson menambah bobot argumennya. Sebelum ke GM, ia memimpin program Autopilot Tesla dan ikut mendirikan startup otonom Aurora.
Versi penguatan Super Cruise akan tersedia pada Escalade IQ 2028. Sistem itu menggabungkan radar, lidar, dan kamera dalam satu paket sensor.
GM menargetkan peluncuran fitur otonom jalan tol pada 2028. Perluasan ke jenis jalan lain disebut sebagai rencana lanjutan setelah jalan tol.
Pasar Indonesia belum menjadi prioritas fitur ini. Regulasi kendaraan otonom di dalam negeri juga masih dalam tahap pengkajian, sehingga kehadirannya di jalan lokal kemungkinan besar baru terjadi jauh setelah 2028.