Ribuan Santri 19 Ponpes di Kalsel Ikuti Kirab Hari Santri Nasional di Martapura

Penulis: Zulham Nasution  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:02:02 WIB
Ribuan santri dari 19 ponpes di Kalsel mengikuti kirab Hari Santri Nasional di Martapura.

MARTAPURA — Kirab Santri Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura. Peserta dilepas Sekdakab Banjar H Yudi Andrea dengan rute berawal dari Jalan A Yani, melintasi kawasan Keraton, Jalan Pangeran Abdurrahman, dan Jalan Batuah, lalu kembali ke titik awal.

Rute Kirab Melintasi Kawasan Keraton Martapura

Pelepasan berlangsung pada Senin (26/10/2026) malam. Massa peserta berasal dari 19 pondok pesantren yang tersebar di Kalimantan Selatan.

Pemilihan rute yang melewati kawasan Keraton bukan tanpa alasan. Jalur itu melewati situs sejarah Kesultanan Banjar yang lekat dengan tradisi keislaman di Kalimantan Selatan.

Pesan Sekda Banjar: Santri Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Yudi menilai kirab santri bukan sekadar ajang mengenang sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum menanamkan semangat nasionalisme pada generasi muda, khususnya kalangan santri.

"Para santri diharap mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa," pesan Yudi.

Ia menambahkan, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum refleksi bagi santri untuk meneruskan semangat perjuangan ulama dan pendahulu bangsa.

"Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, saat ini semangat tersebut diwujudkan melalui upaya melawan kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan zaman," tandasnya.

NU Banjar Sebut Kirab Jadi Sarana Pendidikan Karakter

Wakil Ketua I Tanfidziyah NU Banjar Ahmad Jauhari menyebut kirab santri sebagai kegiatan rutin tahunan. Kegiatan itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi santri dan peserta didik.

"Tujuannya, agar mereka memahami perjuangan para pendahulu dan mampu mengikuti perkembangan zaman dengan tetap mengamalkan nilai-nilai yang telah diwariskan," jelas Jauhari.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional, peserta diajak mengenang dan meneladani KH Hasyim Asy'ari. Ulama sekaligus pejuang itu berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan serta memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top