Anthropic Siap IPO, Pendapatan Melonjak tapi AI Belum Beri Cuan di Luar Tech

Penulis: Arif Budiman  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:36:31 WIB
Dokumen S-1 Anthropic mengungkap pendapatan USD 16,3 miliar pada paruh pertama tahun ini menjelang IPO.

KALIMANTAN SELATAN — Anthropic mengungkap pendapatan USD 16,3 miliar pada paruh pertama tahun ini melalui dokumen S-1 menjelang IPO, naik drastis dari USD 1,2 miliar di periode sama 2025. Valuasi perusahaan AI itu disebut mendekati USD 1,5 triliun, berpotensi menjadi pencatatan bursa terbesar sepanjang sejarah. Namun di balik angka itu, ekonom Apollo menyoroti bahwa manfaat AI masih belum terasa di luar sektor teknologi.

Lompatan itu ditopang Claude Code, produk pengodean AI yang memicu gelombang adopsi di kalangan perusahaan sejak awal 2026. Model Claude Fable 5.1 disebut memproses miliaran token setiap hari seiring perusahaan-perusahaan besar berbondong mengalihkan operasi mereka ke AI.

Valuasi Mendekati USD 1,5 Triliun

Jika terealisasi, valuasi Anthropic akan menempatkannya sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah, melampaui SpaceXAI dengan selisih miliaran dolar. Kas yang dipegang perusahaan juga tebal: dari USD 141 miliar yang berhasil dihimpun, lebih dari USD 112 miliar masih tersisa.

Namun belanja besar sudah menanti. Anthropic berkomitmen menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk infrastruktur cloud ke Google, Amazon, Microsoft, dan SpaceX. Perusahaan memperkirakan akan menghadapi keterbatasan kapasitas komputasi sepanjang tahun depan.

Tekanan itu diperparah karena para hyperscaler raksasa, termasuk Google, memprioritaskan beban kerja AI mereka sendiri di atas kebutuhan pelanggan. Anthropic pun harus mencari penyedia komputasi baru yang belum teruji, dengan pusat data yang sebagian besar mengandalkan gas alam demi menekan biaya.

Peringatan Ekonom: AI Belum Beri Hasil di Luar Tech

Di tengah euforia tersebut, Kepala Ekonom Apollo Torsten Slok merilis analisis yang menyoroti sisi lain dari gelombang AI. Menurutnya, hanya tujuh perusahaan teknologi terbesar yang menopang perekonomian Amerika Serikat, sementara ratusan perusahaan besar lainnya belum merasakan lonjakan laba maupun produktivitas.

"Despite massive investments and widespread hype around artificial intelligence, the technology has delivered zero financial payoff to corporate America outside of tech. There are still no signs of AI boosting productivity growth," tulis Slok dalam analisisnya.

Data yang lebih mengkhawatirkan: 80% dari 1% perusahaan dengan belanja AI terbesar di Amerika Serikat merupakan perusahaan yang dibiayai modal ventura. Artinya, adopsi AI skala besar masih didominasi perusahaan rintisan Silicon Valley, bukan pelaku usaha arus utama.

Dua Narasi yang Sama-sama Benar

Kedua gambaran itu tidak saling bertentangan. Laboratorium AI memang mencetak uang besar, tetapi mayoritas bisnis di luar sektor teknologi belum melihat imbal hasil dari investasi mereka. Bagi pelaku bisnis digital dan investor di Indonesia, sinyal ini layak dicermati sebelum mengikuti arus belanja AI.

Jadwal pasti IPO Anthropic belum diumumkan. Yang jelas, dokumen S-1 tersebut sudah cukup untuk memicu perdebatan tentang seberapa nyata dampak AI bagi perekonomian luas.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top