Kemenpar Kenalkan Gastronomi Yogyakarta dan Bali ke Agen Travel Australia

Penulis: Yuda Pratama  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:39:01 WIB
Agen perjalanan Australia mengikuti familiarization trip Plate of Paradise di Yogyakarta dan Bali pada 30 September–6 Oktober 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Kementerian Pariwisata membawa empat agen perjalanan Australia menjelajahi Yogyakarta dan Bali lewat familiarization trip bertema Plate of Paradise pada 30 September–6 Oktober 2026. Program ini memperkenalkan kuliner Nusantara sebagai daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap kunjungan ke objek wisata. Langkah tersebut menyusul gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy di Solo dan Yogyakarta pada 26 September–4 Oktober 2026.

Empat perwakilan agen perjalanan Australia mengikuti perjalanan pengenalan yang dirancang Kementerian Pariwisata untuk memperlihatkan bahwa makanan bisa menjadi pintu masuk mengenal budaya, sejarah, rempah, dan cara hidup masyarakat setempat. Peserta tidak hanya mencicipi hidangan, tetapi juga diajak memahami asal bahan, teknik pengolahan, hingga filosofi di baliknya.

Rute Gastronomi di Yogyakarta

Di Yogyakarta, rombongan diperkenalkan pada kekayaan rempah lewat sajian gastronomi BOJA – The Magic Table di Bhumi Bhuvana. Kisah rempah Indonesia menjadi benang merah jamuan tersebut.

Perjalanan berlanjut ke 7 Clover Coffee untuk mengenal karakter kopi Indonesia, lalu makan malam di Mediterranea Restaurant by Kamil. Peserta juga menyaksikan matahari terbit di kompleks Candi Borobudur dan sarapan di Manohara Borobudur Cultural Center.

Sajian khas Keraton Yogyakarta dicicipi di Bale Raos. Malamnya, jamuan makan malam digelar di Sekar Kedhaton bersama perwakilan Werkudara Group dan Garuda Indonesia, sekaligus menjadi ruang membangun jejaring antar pelaku industri pariwisata.

Rangkaian di Yogyakarta ditutup dengan relaksasi dan perawatan spa di Garrya Bianti serta kunjungan ke kawasan Malioboro.

Bali: Kuliner, Bahan Lokal, dan Budaya

Di Bali, pendekatan yang dipakai memadukan makanan, bahan pangan lokal, dan budaya. Peserta menikmati pengalaman multisensori The Source 2.0 di Locavore NXT, kemudian mengikuti kelas memasak di Paon Bali untuk mengenal bahan, teknik pengolahan, dan filosofi kuliner masyarakat setempat.

Hidangan Nusantara disajikan di Nusantara by Locavore, sementara santap siang vegan tersedia di Moksa Ubud. Di luar kuliner, peserta menjalani sesi pemulihan di Om Ham Retreat, arung jeram di Sungai Ayung, dan makan malam di Potato Head Beach Club dengan pemandangan matahari terbenam.

Rangkaian di Bali ditutup dengan bersantap di Merah Putih, melihat pengolahan anggur di Hatten Wines, dan mengunjungi kawasan Kuta.

Mengapa Kuliner Jadi Magnet Wisatawan

Promosi semacam ini menempatkan makanan bukan hanya sebagai konsumsi, tetapi sebagai bagian dari karakter destinasi. Bagi industri pariwisata, pengalaman itu bisa dikembangkan menjadi paket perjalanan yang menawarkan lebih dari sekadar kunjungan ke objek wisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menilai pengalaman langsung bagi pelaku industri pasar Australia dapat mendorong lahirnya produk perjalanan dan konten yang menonjolkan keunikan gastronomi Indonesia.

"Melalui sinergi kuat antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan para pelaku industri pariwisata, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen mempromosikan destinasi unggulan secara efektif demi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional," ujarnya.

Peluang dan Tindak Lanjut

Kolaborasi antara pemerintah, maskapai, pengelola destinasi, dan pelaku industri disebut menjadi kunci menghadirkan produk wisata yang lebih beragam dan berdaya saing. Manfaat ekonominya diharapkan sampai ke masyarakat lokal.

Seberapa kuat gastronomi menjadi alasan utama wisatawan asing memilih Indonesia masih bergantung pada minat pasar dan tindak lanjut promosi. Termasuk apakah pengalaman yang diperkenalkan benar-benar diubah menjadi produk perjalanan yang dijual kepada wisatawan.

Bagi traveler yang ingin meniru rute serupa, Yogyakarta dan Bali menawarkan kombinasi kuliner, budaya, dan aktivitas alam yang bisa disusun dalam perjalanan 5–7 hari. Informasi terkini soal paket dan harga dapat dikonfirmasi ke agen perjalanan atau dinas pariwisata setempat.

Reporter: Yuda Pratama
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top