TMII Jakarta Timur: Anjungan Daerah, Kereta Gantung, dan Tiket Mulai Rp 25 Ribu

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:38:01 WIB
Pengunjung berjalan di kawasan anjungan daerah TMII, Jakarta Timur.

KALIMANTAN SELATAN — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur menyatukan wisata budaya, hiburan, dan satwa dalam kawasan seluas sekitar 150 hektare. Tiket masuk kawasan dibanderol sekitar Rp 25 ribuan pada hari kerja dan Rp 35 ribuan saat akhir pekan atau libur nasional. Kawasan sudah bisa dimasuki sejak pukul 06.00 WIB, sementara wahana umumnya baru beroperasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari pintu masuk, pengunjung langsung dihadapkan pada pilihan rute: menyusuri anjungan provinsi, naik kereta gantung, atau masuk ke kompleks satwa. Setiap wahana punya tiket terpisah dari tiket kawasan, jadi anggaran sebaiknya dihitung sejak awal.

Anjungan Daerah: Menjelajah Nusantara Tanpa Pindah Pulau

Puluhan provinsi Indonesia diwakili lewat replika rumah adat dan gambaran budaya masing-masing. Pengunjung bisa mengenal keragaman Nusantara hanya dengan berjalan kaki dari satu anjungan ke anjungan lain.

Bangunan dan anjungan dikelola pemerintah daerah setempat, sedangkan tanahnya berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara melalui perjanjian pinjam pakai yang berlaku sampai 24 Agustus 2028.

Akhir pekan biasanya ada pertunjukan tari tradisional. Pada sore hari sekitar pukul 18.30 WIB, Plaza Promenade menampilkan Tirta Cerita, pertunjukan air mancur yang dipadukan dengan pencahayaan. Menontonnya tidak dikenakan biaya tambahan.

Kereta Gantung: Melihat Miniatur Kepulauan dari Ketinggian

Wahana ini beroperasi dengan tiga stasiun dan 81 kabin. Perjalanan bersifat pulang pergi antarstasiun, kabin membawa penumpang dari satu stasiun ke stasiun berikutnya lalu kembali ke titik keberangkatan.

Tiketnya dijual terpisah dari tiket kawasan, sekitar Rp 50 ribuan pada hari kerja dan sekitar Rp 60 ribuan saat akhir pekan serta hari libur. Selisih harga ini perlu masuk hitungan kalau datang bersama keluarga besar.

Teater Keong Mas: Bioskop IMAX Pertama di Indonesia

Gedung berbentuk keong berwarna emas ini tercatat sebagai bioskop IMAX pertama di Indonesia dan diresmikan pada 20 April 1984. Namanya juga kerap ditulis Keong Emas.

Teater masih beroperasi dengan sistem proyeksi modern dan fasilitas pengunjung yang diperbarui. Programnya mencakup animasi pilihan serta film orisinal bertema budaya Indonesia, antara lain The Glorious Komodo Island dan Langkah-Langkah Kecil.

Jagat Satwa Nusantara: Empat Wahana Satwa dalam Satu Kompleks

Kompleks ini menghimpun taman burung, Museum Komodo dan Taman Reptil, Dunia Air Tawar, serta Dunia Serangga. Taman burung memelihara sekitar 2.000 ekor burung dari 218 spesies.

Museum Komodo dan Taman Reptil menampilkan koleksi reptil Indonesia, termasuk komodo hidup. Tiket kompleks ini juga dijual terpisah dari tiket masuk kawasan, sama seperti kereta gantung dan Teater Keong Mas.

Cara Menuju TMII dan Akses Transportasi

Pengendara kendaraan pribadi bisa melewati Tol Jagorawi. Untuk transportasi umum, tersedia TransJakarta, angkot lokal, dan LRT.

Pengguna LRT bisa memanfaatkan shuttle gratis dari Stasiun LRT TMII menuju bagian dalam kawasan. Layanan ini memudahkan pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri.

Tips Menyusun Rute dan Anggaran

Karena tiket kawasan dan tiket wahana dihitung terpisah, susun daftar atraksi yang benar-benar ingin dicoba sebelum berangkat. Kombinasi anjungan daerah, kereta gantung, dan Jagat Satwa Nusantara bisa jadi rute yang efisien untuk kunjungan sehari.

Pemesanan tiket masuk TMII dapat dilakukan secara daring melalui Traveloka, yang menyediakan pilihan metode pembayaran seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, hingga PayLater. Tiket masuk kawasan ditawarkan mulai dari sekitar Rp 25 ribuan, dan tersedia pula pilihan Paket Combo Komplit TMII untuk menikmati lebih banyak atraksi dalam satu kunjungan.

Durasi ideal untuk menjelajahi TMII adalah sehari penuh, terutama jika ingin mencoba lebih dari dua wahana. Datang pagi saat kawasan baru dibuka memberi waktu lebih longgar sebelum wahana ramai.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top