BANJARMASIN — Kalimantan Selatan berperan sebagai pintu masuk distribusi bahan pokok dari luar pulau melalui jalur laut. Sejumlah komoditas yang tiba di Pelabuhan Bandarmasih selanjutnya diperdagangkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hingga Samarinda, Kalimantan Timur.
Posisi itu membuat kelancaran pasokan melalui Kalsel menentukan ketersediaan bahan pokok di sejumlah wilayah Kalimantan. Jika pasokan dari daerah pemasok terganggu, dampaknya tidak berhenti di Banjarmasin.
Kalsel menerima pasokan dari Pulau Jawa untuk berbagai komoditas yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi dari produksi lokal. Barang-barang itu masuk lewat Pelabuhan Bandarmasih sebelum didistribusikan ke daerah lain.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan menyebut keterkaitan wilayahnya dengan transportasi laut sangat erat. Menurut dia, Bandarmasih menjadi salah satu simpul penting aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
"Sebagai wilayah yang menerima pasokan dari luar pulau, Kalsel memiliki keterkaitan erat dengan kelancaran transportasi laut. Pelabuhan Bandarmasih di Banjarmasin menjadi salah satu simpul penting dalam aktivitas perdagangan dan distribusi barang," katanya.
Bagiawan menjelaskan, gangguan pada satu jalur distribusi dapat merembet ke wilayah yang bergantung pada jalur tersebut. Kendala transportasi atau keterlambatan pengiriman berpotensi memengaruhi ketersediaan sejumlah bahan pokok.
Tekanan terhadap harga bisa meningkat jika stok penyangga terbatas dan tidak tersedia jalur alternatif yang memadai. Kondisi itu memperlihatkan rantai pasok pangan antardaerah saling berkaitan.
"Apabila pengiriman dari daerah pemasok terhambat, misalnya akibat kendala transportasi atau keterlambatan distribusi, ketersediaan sejumlah bahan pokok berpotensi ikut terpengaruh. Jika stok penyangga terbatas dan tidak tersedia jalur alternatif yang memadai, tekanan terhadap harga juga dapat meningkat," ucapnya.
Pemantauan stok dan harga menjadi langkah rutin yang dijalankan dinas perdagangan. Koordinasi dengan distributor serta komunikasi dengan daerah pemasok dan daerah tujuan distribusi dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Penguatan produksi pangan lokal juga diperlukan agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikelola lebih baik. Upaya itu menyasar komoditas yang selama ini masih dipasok dari Pulau Jawa.
Momentum Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan stok. Kelancaran distribusi dari daerah produsen hingga ke tangan konsumen sama pentingnya.
"Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga pangan bukan hanya memastikan barang tersedia, tetapi juga memastikan distribusinya lancar dan harganya tetap terjangkau bagi masyarakat," pungkasnya.
Bagi Kalsel, tantangannya bukan hanya menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Banua. Aktivitas perdagangan dan distribusi antardaerah juga harus berjalan tanpa hambatan berarti agar wilayah lain di Kalimantan tidak kekurangan pasokan.