KOTABARU — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Ukas, menyatakan pembangunan RS Stagen masih berlanjut meski gedung perawatan sebagai bangunan utama sudah hampir rampung. Menurut dia, kelanjutan proyek itu mengandalkan dana kompensasi CSR PT SCG.
"Untuk lanjutan pembangunan RS Stagen dibiayai oleh dana kompensasi CSR PT SCG. Sampai saat ini memang masih terus berlanjut," ujar Ukas, Kamis (8/10/2026).
Dinkes Kotabaru memprioritaskan pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS) pada tahap berikutnya. Ukas menyebut pengerjaan IBS ditargetkan rampung hingga 2027, menyesuaikan luas bangunan dan ketersediaan anggaran.
"Saat ini yang kita bangun adalah Instalasi Bedah Sentral. Pembangunannya sampai tahun depan, karena melihat luasan bangunan dan anggarannya," jelasnya.
Pembangunan dilakukan bertahap sesuai permintaan perusahaan. Sejumlah gedung lain di kawasan RS Stagen sudah masuk tahap perencanaan.
Pengadaan alat kesehatan tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan fisik. Dinkes menunggu bangunan selesai lebih dulu agar jalur listrik dan oksigen sentral dipastikan berfungsi sebelum peralatan dipasang.
Pemkab Kotabaru telah mendapat dukungan Rp49 miliar dari APBN untuk alkes melalui skema hibah hasil audiensi Bupati. Ukas menegaskan pembiayaan proyek tidak hanya bergantung pada APBD.
"Bangunan ini kita juga tetap berkoordinasi dengan kementerian. Tidak hanya berpaku pada satu anggaran dari APBD, harus ada beberapa sumber," tambahnya.
Dinkes menargetkan RS Stagen bisa dioperasionalkan pada awal 2028. Jika pembangunan fisik selesai akhir 2027, pemindahan layanan rumah sakit dijadwalkan berlangsung awal tahun berikutnya.
"Harapan kita harus dioperasionalkan tahun 2028. Kalau selesai akhir 2027, berarti awal 2028 sudah kita pindahkan rumah sakitnya," tegas Ukas.
Hingga kini, Dinkes Kotabaru masih berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan ketersediaan alkes dan kesiapan operasional RS Stagen sesuai jadwal.