BANJARBARU — Program pemberdayaan ekonomi YBM PLN UID Kalselteng menyasar pedagang kecil yang masih aktif mencari nafkah meski peralatan usahanya sudah tidak layak. Abdussamad menerima gerobak baru dengan branding Sayur Cahaya untuk menggantikan gerobak lamanya yang rusak.
Selama ini Abdussamad mengandalkan penjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utama keluarga. Gerobak yang rusak menyulitkannya menjalankan aktivitas berdagang sehari-hari.
Kondisi gerobak lama membuat Abdussamad kesulitan menjalankan rutinitas berjualan. Bantuan sarana usaha baru diharapkan menunjang kegiatan berdagang agar lebih nyaman dan penghasilan keluarga tetap terjaga.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan gerobak ini. Gerobak yang lama memang sudah rusak dan sulit digunakan. Dengan yang baru ini, saya bisa berjualan lebih nyaman. Terima kasih kepada YBM PLN yang sudah membantu saya," ungkap Abdussamad.
Ketua YBM PLN UP2D Kalselteng, Junan Mutamadra, menyebut bantuan tersebut sebagai dukungan bagi warga yang terus berjuang menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kami melihat gerobak ini bukan sekadar sarana berdagang, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar Pak Abdussamad untuk terus mencari nafkah. Kami berharap gerobak baru ini dapat menunjang aktivitas berjualannya sehingga beliau bisa melanjutkan usaha dengan lebih nyaman," ujar Junan.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi melalui YBM PLN diarahkan untuk membangun kemandirian penerima manfaat. Tujuan jangka panjangnya mendorong perubahan status dari mustahik menjadi muzaki.
"Bantuan usaha diharapkan menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Lebih dari sekadar menerima bantuan, kami berharap mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan kelak mampu membantu orang lain. Inilah semangat YBM PLN dalam mendorong mustahik tumbuh menjadi muzaki," terang Iwan.
Melalui gerobak Sayur Cahaya, YBM PLN UID Kalselteng berharap Abdussamad dapat terus menjalankan usahanya dan menjaga penghasilan keluarga. Dukungan sarana usaha ini menjadi langkah membantu pedagang kecil mempertahankan mata pencaharian sekaligus membuka peluang menuju kemandirian ekonomi.