Gubernur Kalsel Muhidin Minta Maaf soal Karhutla yang Belum Merata, Ring Satu Bandara Syamsudin Noor Jadi Prioritas

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:31:01 WIB
Gubernur Kalsel Muhidin meminta maaf atas penanganan karhutla yang belum merata.

BANJARBARU — Muhidin menegaskan pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran dan mencegah munculnya titik api baru. Menurutnya, api yang terlalu besar justru berada di Barito Kuala sehingga pengawasan dilakukan siang dan malam.

"Yang kami jaga adalah ring satu, yang dekat bandaranya. Tetapi api yang terlalu besar ada di Barito Kuala, jadi saat ini selalu siang malam dijaga," kata Muhidin.

Kalsel Catat Titik Panas Terbaik se-Kalimantan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, petugas gabungan, dan relawan dalam menangani karhutla di Kalsel. Provinsi ini mencatatkan angka titik panas terbaik se-Kalimantan.

Meski demikian, Raja Juli mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah karena ancaman kebakaran masih berpotensi terjadi. Ia menyebut Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih menyimpan tantangan tersendiri.

"Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Namun hal itu tidak membuat kita terlena, karena seperti yang disampaikan oleh BMKG, hujan alami itu baru akan hadir di Kalsel pada pertengahan November atau kedua November," papar Raja Juli.

Lahan Gambut dan Kabut Tebal Jadi Kendala Utama

Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali membesar apabila kondisi lingkungan masih kering.

Pemerintah telah mengerahkan kekuatan maksimal melalui pasukan udara berupa helikopter water bombing di sejumlah titik krusial seperti Kalimantan Tengah. Namun efektivitas armada udara tersebut kerap terkendala faktor alam di lapangan.

"Masalahnya adalah visibilitas. Mungkin di sana helikopternya sudah standby, baik di Tjilik Riwut, di Pangkalanbun, maupun di Sampit, tapi tidak bisa beroperasi karena kabut yang tebal mengakibatkan visibilitas terbatas tidak bisa lakukan water bombing, seperti di Kalimantan Selatan ini," ujar Raja Juli.

Modifikasi Cuaca Andalkan Hujan Buatan

Selain pemadaman langsung dari udara, pemerintah mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu curah hujan buatan. Langkah itu diambil di tengah prediksi BMKG bahwa musim hujan baru merata pada awal hingga pertengahan November.

Raja Juli memastikan hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan belakangan ini merupakan hasil rekayasa cuaca yang terukur. Operasi udara akan langsung digencarkan begitu ruang manuver dan jarak pandang memungkinkan.

Di samping operasi udara dan modifikasi cuaca, kinerja pasukan darat yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan dinilai luar biasa dalam menjinakkan si jago merah.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top