KOTABARU — Kotabaru Sport Festival 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kotabaru menyedot sekitar 1.200 peserta dari seluruh desa di Kecamatan Pulau Laut Timur. Festival dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) itu menjadi penyelenggaraan ketiga yang dilaksanakan KORMI Kotabaru.
Ketua DPRD Kotabaru Suwanti menilai festival tersebut mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hanya terpaku pada penggunaan gawai.
Festival ini mempertandingkan 14 cabang olahraga tradisional dan rekreasi. Daftar lengkapnya mencakup bakiak, hadang, bola sundul, panco, lari balok, egrang, ketapel, gebuk bantal, badaku, halma, gasing, domino, tarik tambang antardesa, dan balogo.
Beragam cabang itu digelar di Desa Langkang, Kecamatan Pulau Laut Timur. Suwanti mengikuti langsung rangkaian acara tersebut.
"Melalui kegiatan KORMI Kotabaru Sport Festival ini, kita berharap olahraga semakin tumbuh di Kecamatan Pulau Laut Timur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membentuk karakter anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital," kata Suwanti di Kotabaru.
Suwanti menyebut antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.200 orang dari seluruh desa di Kecamatan Pulau Laut Timur. Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival karena dinilai mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat," ujarnya.
Ia juga berharap festival tersebut menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat melalui berbagai perlombaan dan hadiah yang disediakan.
"Harapan kita, kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan kepada masyarakat. Ke depan, mudah-mudahan pelaksanaannya semakin meriah dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi," katanya.
Ketua KORMI Kabupaten Kotabaru Sugiyatno mengatakan festival ini bertujuan mencari bibit-bibit potensial sekaligus mengenalkan pentingnya olahraga kepada masyarakat. Menurutnya, pelestarian olahraga tradisional menjadi perhatian penting agar permainan rakyat tidak semakin tergeser oleh perkembangan teknologi.
"Kegiatan ini selain bertujuan mencari bibit-bibit potensial, juga untuk mengenalkan pentingnya olahraga kepada masyarakat. Melalui festival ini, kita juga ingin melestarikan olahraga tradisional," kata Sugiyatno.
Suwanti menilai olahraga tradisional bisa menjadi sarana bagi generasi muda untuk aktif bergerak, berinteraksi, dan belajar menjunjung sportivitas. Festival tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga KORMI Kotabaru dan diharapkan berlanjut dengan peserta yang semakin banyak pada edisi berikutnya.