KALIMANTAN SELATAN — Tesla meluncurkan fitur keselamatan Emergency Drive Away yang memungkinkan mobil listriknya masuk gigi drive dan lepas dari konektor Supercharger tanpa dicabut manual. Fitur ini hadir lewat pembaruan over-the-air, dua bulan setelah insiden penembakan di Twin Falls, Idaho, yang menewaskan dan melukai sejumlah pengguna Tesla saat mengisi daya. Tesla menegaskan fitur ini hanya untuk keadaan darurat karena akan merusak kendaraan dan stasiun pengisian.
Fitur Emergency Drive Away dirancang sebagai jalan keluar ketika pengemudi terjebak dalam situasi berbahaya di area Supercharger. Selama ini, mobil Tesla terkunci tidak bisa masuk gigi drive selama konektor masih menempel di port pengisian. Pengemudi harus mencabut konektor secara manual sebelum bisa menjalankan kendaraan.
Sebelum fitur ini ada, sebagian pemilik Tesla memakai adapter pihak ketiga untuk mem-bypass penguncian tersebut. Tesla berulang kali memperingatkan bahwa adapter itu bisa panas berlebih dan merusak mobil maupun charger. Meski begitu, banyak pemilik merekomendasikannya di forum online setelah insiden penembakan di Idaho.
Pada Agustus, seorang penembak melepaskan tembakan di sebuah restoran In-N-Out di Twin Falls, Idaho. Dari 10 korban, tiga di antaranya sedang berada di dalam mobil Tesla yang mengisi daya di stasiun Supercharger di area parkir. Sebagian korban tewas dan sebagian lagi luka-luka.
Kejadian itu memunculkan pertanyaan soal akses keluar darurat bagi pengemudi yang terjebak di kursi saat konektor masih terpasang. Dua bulan setelahnya, Tesla merilis Emergency Drive Away sebagai solusi bawaan tanpa perlu perangkat tambahan.
Fitur ini tersedia melalui pembaruan software over-the-air. Mobil listrik Tesla kini bisa masuk gigi drive dan bergerak menjauh meski masih tersambung ke charger. Setelah masuk gigi drive, layar peringatan akan muncul dengan opsi mengaktifkan Emergency Drive Away.
Untuk mengaktifkannya, pengemudi harus menahan pedal rem dan menekan tombol "Activate" pada panel pop-up. Proses ini sengaja dibuat tidak instan agar fitur tidak aktif karena sentuhan tidak sengaja.
Video demonstrasi dari akun Tesla Charging di X memperlihatkan fitur ini benar-benar untuk keadaan darurat. Saat mobil bergerak menjauh, konektor charger terlepas dari port dengan keras, beberapa komponen terlempar, dan kabelnya tersentak balik. Tesla memperingatkan bahwa cara ini akan merusak kendaraan dan stasiun pengisian.
Tesla Charging menyebut biaya perbaikan bisa mencapai 25.000 dolar AS, tergantung jenis Supercharger yang rusak. Penyalahgunaan yang disengaja akan "memicu penalti tambahan," meski Tesla belum merinci bentuk sanksinya.
Tesla menyatakan fitur ini bisa diperluas ke wilayah lain di masa mendatang, tetapi belum ada jadwal pasti. Pemilik Tesla di luar Amerika Serikat harus menunggu pembaruan lebih lanjut sebelum fitur ini tersedia di negaranya.