BANJARMASIN — Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan bahwa proses identifikasi oleh tim DVI pada Rabu (30/9/2026) malam menyelesaikan pencocokan 10 jasad korban hingga identitasnya diketahui. Dari jumlah itu, delapan korban berjenis kelamin laki-laki dan dua lainnya perempuan.
Metode identifikasi yang dipakai tim DVI mencakup pemeriksaan primer melalui gigi, lalu diperkuat data sekunder berupa ciri medis dan properti yang melekat pada korban.
Sepuluh korban yang identitasnya terungkap berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Berikut nama-nama beserta daerah asalnya sesuai keterangan Polda Kalsel:
Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan kapal umumnya memerlukan pencocokan data ante mortem dan post mortem. Tim DVI memakai rekam gigi sebagai penanda utama karena jaringan tubuh lain kerap sudah tidak bisa dikenali.
Data sekunder seperti ciri medis dan properti korban menjadi pelengkap ketika hasil pemeriksaan primer belum cukup meyakinkan. Kombinasi kedua jenis data inilah yang membuat proses identifikasi bisa berlangsung bertahap, tidak sekaligus.
Enam nama yang dirilis seluruhnya berasal dari luar Kalimantan Selatan. Sebagian besar tercatat sebagai warga Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Polda Kalsel belum merinci total keseluruhan korban maupun sisa jenazah yang masih menunggu proses identifikasi. Informasi lanjutan soal jumlah korban secara keseluruhan akan disampaikan setelah tim DVI menyelesaikan pencocokan data berikutnya.