PARINGIN — Pemkab Balangan menjalankan program beasiswa anak yatim yang menyasar keluarga yang kehilangan kepala keluarga. Anggota DPRD Balangan Syahbuddin menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat.
Setiap kepala keluarga yang meninggal dunia dapat mengajukan beasiswa untuk maksimal dua anak. Bantuan berlaku sesuai jenjang pendidikan yang sedang ditempuh penerima.
Syahbuddin menilai program ini memiliki arti penting bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain meringankan beban ekonomi, beasiswa memberi kepastian bagi anak yatim untuk terus bersekolah.
"Program ini sangat positif karena memberikan kepastian bagi anak-anak yatim untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi," ujar Syahbuddin, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak yatim merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Balangan. Dengan kesempatan pendidikan yang tetap terjaga, anak-anak tersebut diharapkan tumbuh tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
"Pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Balangan," katanya.
Syahbuddin mengingatkan agar pelaksanaan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Akurasi data penerima menjadi faktor penting agar program benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.
Ia juga mendorong mekanisme pengajuan dibuat sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Keluarga yang sedang menghadapi kondisi kehilangan anggota keluarga dinilai perlu mendapat kemudahan dalam proses administrasi.
"Pendataan calon penerima harus dilakukan secara akurat, proses pengajuannya mudah, serta pengawasannya diperkuat agar bantuan ini benar-benar sampai kepada yang berhak," tegasnya.
Syahbuddin berharap program beasiswa anak yatim di Balangan berjalan konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan ini menjadi salah satu bentuk perlindungan pendidikan bagi anak yatim di daerah tersebut.
Pelaksanaan program yang dimulai 1 Juli 2026 itu menyasar keluarga yang kehilangan orangtua sebagai penerima manfaat utama. Pemkab Balangan belum merinci jumlah penerima maupun besaran nominal beasiswa yang disalurkan.