KALIMANTAN SELATAN — Blue Hole di Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir, tercatat sebagai sinkhole paling mematikan di dunia dengan estimasi korban penyelam mencapai 130 hingga 200 orang. Situs penyelaman ini memiliki kedalaman 100 meter, tetapi bagian paling berbahaya adalah The Arch, terowongan bawah air yang hanya bisa dilewati penyelam berpengalaman. Sementara itu, sinkhole di Kota Guatemala pada 2010 menewaskan 15 orang dan menjadi peristiwa lubang runtuhan dengan korban jiwa terbanyak.
Blue Hole menyimpan daya tarik sekaligus ancaman bagi komunitas penyelam global. Situs ini dikenal memiliki taman karang hidup, ikan karang berwarna-warni, belut moray, barakuda, hingga ikan tuna yang sesekali melintas.
Kedalaman 100 meter membuat lokasi ini bukan tujuan penyelaman sembarangan. The Arch, terowongan bawah air di dalamnya, menjadi titik paling berisiko karena sulit ditemukan, butuh waktu untuk dilewati, dan menuntut manajemen dekompresi yang sangat hati-hati saat penyelam naik ke permukaan.
Manajemen udara menjadi tantangan utama di kedalaman ini. Penyelam kurang berpengalaman kerap meremehkan bahaya yang ada.
Kesalahan dalam mengatur dekompresi saat naik ke permukaan bisa memicu penyakit dekompresi. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di Blue Hole.
Lokasi ini juga dipakai penyelam bebas. Kedalaman signifikan bisa diakses langsung dari tepi pantai, ditambah tidak adanya arus air yang biasanya menjadi hambatan.
Runtuhnya sinkhole di Kota Guatemala diyakini merenggut korban jiwa terbanyak dalam satu peristiwa. Sebanyak 15 orang tewas ketika lubang vertikal sedalam 91,4 meter terbuka di sebuah persimpangan kota dan menghancurkan gedung berlantai tiga.
Sinkhole itu terbentuk selama Badai Tropis Agatha pada 2010. Tiga tahun sebelumnya, pada 2007, bencana serupa terjadi di kota yang sama dan menewaskan tiga orang.
Sinkhole terbagi dalam beberapa jenis. Cover collapse sinkhole dianggap sebagai yang paling berbahaya.
Rongga bawah tanah ini membesar seiring waktu saat air mengikis batuan atau sedimen. Proses itu bisa berlangsung lama, tetapi keruntuhannya terjadi sangat tiba-tiba.
Ukuran bukan jaminan bahaya langsung. Xiaozhai Tiankeng di China justru tercatat sebagai sinkhole terbesar dan terdalam di Bumi.
Lubang ini memiliki kedalaman 660 meter dengan volume 130 juta meter kubik. Dimensi itu menjadikannya lubang runtuhan terdalam sekaligus terbesar di dunia.
Bagi pelaku industri pariwisata dan penyelaman, data semacam ini menjadi pengingat bahwa situs ekstrem membutuhkan protokol keselamatan ketat. Blue Hole, misalnya, tetap menjadi magnet bagi penyelam dunia meski reputasi mematikannya sudah terdokumentasi puluhan tahun.