KALIMANTAN SELATAN — Indonesia menempati posisi keenam dari 10 negara dengan proporsi pemesanan akomodasi mendadak tertinggi di dunia versi penelitian Sirvoy. Sebanyak 55,8 persen reservasi penginapan di Indonesia dilakukan maksimal tujuh hari sebelum kedatangan tamu. Temuan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi yang cocok untuk perjalanan spontan.
Sirvoy, perusahaan penyedia sistem manajemen akomodasi, merilis daftar destinasi liburan mendadak terbaik dunia 2026. Indonesia menempati peringkat keenam dari 10 negara dalam penelitian tersebut.
Penelitian ini disusun berdasarkan data pemesanan pelanggan Sirvoy dari berbagai jenis properti. Mulai dari hotel independen, penginapan, bed and breakfast, hostel, hingga tempat tinggal yang disewakan untuk liburan.
Angka 55,8 persen menunjukkan bahwa pelancong di Indonesia cenderung menentukan tempat menginap menjelang perjalanan. Bukan menyiapkan seluruh rencana jauh-jauh hari.
Pola pemesanan akomodasi dalam waktu singkat sebelum kedatangan menjadi ciri khas wisatawan Indonesia. Data Sirvoy mencatat lebih dari separuh reservasi terjadi dalam rentang tujuh hari sebelum tamu tiba.
Kebiasaan ini berbeda dengan tren wisatawan di banyak negara Eropa yang biasanya memesan penginapan berbulan-bulan sebelumnya. Fleksibilitas jadwal dan kemudahan akses platform pemesanan digital menjadi pendorong utama.
Bagi pelaku usaha akomodasi, pola ini menuntut kesiapan operasional yang lebih tinggi. Kamar harus tersedia mendadak tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Sirvoy menempatkan Indonesia di posisi keenam dari 10 negara dengan proporsi pemesanan akomodasi jangka pendek tertinggi. Berikut gambaran daftar tersebut berdasarkan data yang dirilis:
Posisi Indonesia mencerminkan kombinasi antara kemudahan akses transportasi domestik dan pertumbuhan platform pemesanan akomodasi digital. Wisatawan kini bisa memesan kamar hanya dalam hitungan menit melalui aplikasi.
Bagi traveler yang terbiasa merencanakan perjalanan singkat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama saat musim liburan atau long weekend ketika permintaan kamar melonjak.
Wisatawan yang memesan mendadak sebaiknya langsung mengonfirmasi ketersediaan kamar melalui kontak langsung properti. Terutama untuk perjalanan ke destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, atau Labuan Bajo.
Tingginya pemesanan mendadak membuka peluang bagi penginapan skala kecil. Hotel butik, homestay, dan guesthouse bisa mengisi ceruk permintaan yang tidak selalu terlayani hotel besar.
Pengelola akomodasi perlu memastikan sistem reservasi daring mereka selalu diperbarui. Ketersediaan kamar yang tidak sinkron dengan platform pemesanan bisa membuat calon tamu beralih ke properti lain.
Data Sirvoy ini juga menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk mendorong digitalisasi usaha penginapan di destinasi wisata. Terutama di kawasan yang belum terjangkau platform global.
Indonesia sebagai destinasi liburan mendadak terbaik dunia menunjukkan bahwa fleksibilitas menjadi nilai jual. Durasi ideal untuk menikmati perjalanan spontan di Indonesia berkisar tiga hingga lima hari, tergantung destinasi yang dipilih.