Telkom Caplok 19,19 Persen Saham Telkom Data Ekosistem, Kini Kuasai Penuh

Penulis: Zulham Nasution  •  Sabtu, 19 September 2026 | 08:38:31 WIB

KALIMANTAN SELATANPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menguasai 100 persen saham PT Telkom Data Ekosistem setelah membeli 19,19 persen saham milik PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma). Langkah ini menuntaskan konsolidasi kepemilikan TDE di bawah Telkom dan menjadi bagian dari persiapan kemitraan strategis untuk bisnis pusat data perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Telkom membeli 1.445.020 Saham Seri A dan 2.015.637.361.776 Saham Seri B, atau setara 19,19 persen dari seluruh saham TDE yang telah dikeluarkan dan disetor penuh milik Telkomsigma. Nilai transaksi tidak diungkap dalam keterbukaan tersebut.

Dengan pembelian itu, sebanyak 10.504.517.594.408 saham atau 100 persen saham TDE kini menjadi milik Telkom.

Alasan di Balik Akuisisi

SVP Corporate Secretary Telkom Edie Kurniawan menyatakan pembelian saham TDE dilakukan untuk mendukung rencana kemitraan strategis pada lini bisnis pusat data perseroan.

"Ini dilakukan dalam rangka mendukung Unlock DC Co Telkom melalui Strategic Partnership serta program streamlining Telkom Group," ujar Edie.

Istilah Unlock DC Co merujuk pada upaya Telkom membuka nilai bisnis pusat data melalui penggandengan investor atau mitra strategis. Skema semacam ini lazim dipakai perusahaan telekomunikasi untuk mendanai ekspansi kapasitas tanpa membebani neraca induk.

Kenapa Telkomsigma Melepas

Telkomsigma merupakan anak usaha Telkom yang bergerak di layanan teknologi informasi. Pelepasan kepemilikan di TDE sejalan dengan penataan ulang portofolio usaha di dalam grup, sehingga struktur kepemilikan pusat data menjadi lebih ringkas dan langsung di bawah kendali induk.

Penataan ini juga mempermudah Telkom menunjuk mitra strategis, karena tidak lagi melibatkan banyak pemegang saham di level TDE. Bagi calon investor, struktur kepemilikan yang tunggal biasanya mempercepat proses uji tuntas dan negosiasi.

Apa Artinya bagi Pasar

Langkah konsolidasi ini menegaskan posisi pusat data sebagai salah satu lini pertumbuhan Telkom di luar layanan seluler. Permintaan kapasitas pusat data di Indonesia terus naik seiring pertumbuhan layanan digital, komputasi awan, dan kebutuhan penyimpanan data korporasi.

Bagi investor, transaksi ini belum mengubah laporan keuangan konsolidasi Telkom secara material karena TDE sudah menjadi bagian dari grup. Yang berubah adalah kepemilikan langsung perseroan atas aset pusat data, yang membuka ruang lebih lebar untuk menarik mitra strategis.

Telkom belum mengungkap jadwal maupun calon mitra dalam skema kemitraan tersebut. Perseroan juga tidak menyebut nilai valuasi TDE dalam keterbukaan informasi tersebut.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top