Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menyatakan dukungan terhadap penguatan kolaborasi antardaerah di kawasan Banua Anam untuk menangani persoalan lintas wilayah seperti kebakaran hutan dan lahan serta banjir. Dukungan itu disampaikan Bupati HST Samsul Rizal dalam pertemuan Gubernur Kalsel H Muhidin bersama kepala daerah se-Banua Anam dan Kabupaten Barito Kuala di Aula Rumah Jabatan Bupati Tabalong. Forum tersebut mempertemukan enam kepala daerah untuk memperkuat koordinasi menghadapi persoalan yang butuh keterlibatan lebih dari satu wilayah.
BARABAI — Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal menilai penanganan bencana tidak selalu bisa dilakukan berdasarkan batas wilayah administrasi. Kondisi sungai dan aliran air yang saling berkaitan membuat upaya menghadapi banjir butuh koordinasi antarkabupaten dan dukungan pemerintah provinsi.
Pernyataan itu disampaikan Rizal di Barabai menyusul pertemuan Gubernur Kalsel H Muhidin bersama kepala daerah se-Banua Anam dan Kabupaten Barito Kuala di Aula Rumah Jabatan Bupati Tabalong, Sabtu lalu.
Forum tersebut mempertemukan kepala daerah dari Tabalong, Hulu Sungai Utara, HST, Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Barito Kuala. Agenda utamanya memperkuat koordinasi menghadapi persoalan yang membutuhkan keterlibatan lebih dari satu daerah.
"Kerja sama seperti ini penting karena penanganan bencana tidak selalu dapat dilakukan berdasarkan batas wilayah administrasi," kata Bupati HST Samsul Rizal.
Rizal menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antardaerah perlu terus diperkuat agar penanganan persoalan di kawasan Banua Anam berjalan lebih terpadu.
"Penanganan Karhutla dan banjir membutuhkan langkah bersama, sehingga koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan instansi terkait perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Gubernur Kalsel H Muhidin menyampaikan kondisi karhutla di sejumlah wilayah mulai menurun seiring turunnya hujan. Ia menyebut penurunan itu terjadi drastis berkat doa dan Salat Istisqa.
"Hari ini kondisinya menurun drastis, karena datangnya hujan. Alhamdulillah ini berkat kita berdoa, Salat Istisqa," katanya.
Meski kondisi membaik, koordinasi dengan pemerintah pusat tetap dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan. Pemerintah daerah juga diharapkan menjaga langkah antisipasi.
"Masalah kebakaran, kami tetap selalu koordinasi dengan pemerintah pusat," tegas Muhidin.
Persoalan banjir di kawasan HSS, HST, dan HSU turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah didorong tidak menunggu bencana terjadi untuk membangun koordinasi, termasuk dengan pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai.
"Jangan sampai saat terjadi banjir, baru lakukan koordinasi. Maka itu daerah di Banua Anam ini kira-kira apa yang perlu kami bantu lagi, kita ini harus kolaborasi antarkabupaten, provinsi dan balai wilayah sungai," jelas Muhidin.
Selain kebencanaan, forum tersebut membahas percepatan pembangunan daerah. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan skema pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur, BUMN di bawah Kementerian Keuangan.
"Jadi meminjam di sana dengan jaminan dana kurang salur dari Kementerian Keuangan, hal ini agar pembangunan di daerah bisa cepat dilaksanakan," tutup Muhidin.
Pemkab HST berkomitmen mendukung langkah bersama yang dibangun pemerintah provinsi dan kabupaten tetangga. Sinergi itu diharapkan membuka ruang kerja sama dalam percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.