Kebakaran di Desa Tabudarat Hilir, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menghanguskan tujuh bangunan permukiman warga, dengan lima rumah terbakar total. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.05 Wita itu berdampak pada delapan kepala keluarga atau 21 jiwa, dan dokumen milik empat keluarga ikut hangus bersama bangunan.
BARABAI — Lima rumah di RT 04/RW 02 Desa Tabudarat Hilir terbakar hingga 100 persen, masing-masing milik Usman Gumanti, Abdul Hamid, M. Arifin yang dihuni Saniah, Saprudin, dan Marjuni. Dua bangunan lain terdampak lebih ringan, yaitu milik Syahrani sekitar 20 persen dan H. Jayadi sekitar 10 persen.
Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST Fitriadinor menyebut api mulai membesar pada Rabu pagi. Petugas gabungan menerima laporan lewat saluran radio dan telepon, lalu bergerak ke lokasi.
Selain kehilangan tempat tinggal, empat keluarga dilaporkan kehilangan dokumen penting. Dokumen milik Abdul Hamid, Saniah, Saprudin, dan Marjuni hangus bersama bangunan yang mereka tinggali.
Tiga keluarga lain masih beruntung. Dokumen milik Usman Gumanti, Syahrani, dan H. Jayadi selamat dari kobaran api.
"Sementara dokumen milik Abdul Hamid, Saniah, Saprudin dan Marjuni dilaporkan ikut hangus bersama bangunan tempat tinggal mereka," kata Fitriadinor di Barabai, Rabu.
TRC BPBD dan Damkar HST bergerak bersama TNI, Polri, PLN, BPK/PMK HST Balakar 654, relawan, aparat desa, dan masyarakat setempat. Pemadaman berlangsung hingga api dinyatakan padam sepenuhnya.
"Api sudah padam 100 persen. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," ujar Fitriadinor.
Delapan kepala keluarga dengan total 21 jiwa tercatat terdampak akibat peristiwa ini. Mereka kehilangan tempat tinggal dan kini membutuhkan penanganan lanjutan dari instansi terkait.
Penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwajib. BPBD dan Damkar HST mengimbau warga agar berhati-hati terhadap penggunaan api maupun arus listrik untuk mencegah kejadian serupa.
Imbauan itu disampaikan menyusul kebakaran yang kembali terjadi di wilayah HST. Warga diminta memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.