Pemkab Tapin memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka sebagai wadah pengembangan karakter, kepedulian lingkungan, dan pengamalan nilai Pancasila. Penguatan itu ditegaskan saat penutupan Lomba Tingkat III Gerakan Kwarcab Pramuka Tapin di Lapangan Dwi Darma Rantau, Rabu. Sekretaris Daerah Tapin Unda Absori menyebut kegiatan ini jadi momentum memperkuat persaudaraan dan sportivitas anggota Pramuka.
RANTAU — Pemerintah Kabupaten Tapin menempatkan Gerakan Pramuka sebagai salah satu jalur pembinaan karakter generasi muda di daerah itu. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin Unda Absori saat menutup Lomba Tingkat III Gerakan Kwarcab Pramuka Tapin di Lapangan Dwi Darma Rantau.
Menurut Unda, Pramuka berperan penting membentuk sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan. Nilai persaudaraan, kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas yang dibangun dalam kegiatan kepramukaan dinilai jadi bekal generasi muda saat terjun ke masyarakat.
Unda menyebut pelaksanaan Lomba Tingkat III sebagai momentum bagi anggota Pramuka memperkuat semangat persaudaraan, kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Menurutnya, empat nilai itu penting sebagai bekal membangun karakter generasi muda Tapin.
"Melalui Gerakan Pramuka diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta berjiwa Pancasila," ujar Unda.
Ia menekankan pembentukan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan. Generasi muda tidak cukup dibekali kemampuan akademik, tetapi juga moral, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pemkab Tapin menyatakan terus mendukung kegiatan yang menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan karakter di daerah. Dukungan itu diarahkan agar anggota Pramuka membawa nilai yang diperoleh dari berbagai kegiatan kepramukaan ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
"Anggota Pramuka diharapkan dapat meningkatkan akhlak dan moral, kepedulian terhadap lingkungan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Harapan itu menegaskan posisi Pramuka Tapin sebagai wadah pembinaan jangka panjang. Nilai persaudaraan dan sportivitas yang ditanam lewat Lomba Tingkat III diharapkan tidak berhenti di lapangan, tetapi terbawa ke kehidupan bermasyarakat sehari-hari.