Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyumbangkan dua medali harapan untuk kontingen Kalimantan Selatan pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur. Dua medali itu diraih A Zaini di cabang Baca Puisi Putra dan tim tari ULM di cabang Tari Indonesia, sementara satu medali lain untuk Kalsel disumbang mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM Muhamad Rusmin Nuryadin menargetkan Kalsel masuk 10 besar nasional pada Peksiminas 2028.
BANJARMASIN — Kontingen Kalimantan Selatan membawa pulang tiga medali harapan dari Peksiminas XVIII yang digelar 8-12 September 2026 di Universitas Jember. Dua di antaranya disumbangkan mahasiswa ULM, satu medali lainnya dari mahasiswa Politala.
Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, persaingan di tingkat nasional tahun ini berlangsung ketat.
"Selamat kepada kontingen Kalsel yang diperkuat mahasiswa ULM, capaian ini prestasi membanggakan dengan persaingan sangat ketat di nasional," kata Alim di Banjarmasin, Rabu.
A Zaini meraih juara harapan 1 Baca Puisi Putra. Tim tari ULM menyusul dengan juara harapan 2 Tari Indonesia.
Dari kampus lain, mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mengamankan juara harapan 3 Komik Strip. Total Kalsel mengumpulkan tiga medali harapan dari ajang yang digelar Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu.
Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah Peksiminas tahun ini, dengan Universitas Jember sebagai lokasi pelaksanaan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM Muhamad Rusmin Nuryadin menilai capaian Peksiminas XVIII menunjukkan peningkatan prestasi Kalsel. Pada Peksiminas 2024 di Universitas Negeri Jakarta, Kalsel hanya membawa pulang satu medali harapan 2.
Rusmin lantas memasang target lebih tinggi untuk dua tahun mendatang. Ia berharap Kalsel masuk 10 besar nasional dan menambah medali dari kategori lomba lain, mulai monolog hingga penyanyi dangdut.
Di balik peningkatan itu, Rusmin mengungkap dua kendala yang masih membayangi kontingen Kalsel: keterbatasan waktu persiapan dan pendanaan untuk pembinaan maupun keberangkatan mahasiswa.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalsel memberi dukungan lebih besar, terutama untuk pembinaan yang dimulai jauh hari sebelum pelaksanaan.
"Karena kita membawa nama daerah bukan kampus, semoga kontingen Kalsel bisa mempersiapkan jauh hari sebelum tahun pelaksanaan," tambahnya.
Peksiminas 2028 menjadi ajang berikutnya yang dibidik Kalsel untuk membuktikan peningkatan pembinaan seni mahasiswa di daerah itu.