KALIMANTAN SELATAN — Manajer Public Relations, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifkie menyatakan penurunan penjualan sepeda motor pada Agustus 2026 merupakan dinamika pasar yang normal. Pernyataan itu disampaikan di sela acara Yamaha Dirt Bike Experience Chapter Skill Up di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9).
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan distribusi roda dua pada Agustus mencapai 596.461 unit, turun hampir tujuh persen dari Juli. Meski begitu, secara year-to-date pasar masih bergerak positif dibanding periode yang sama tahun lalu.
Rifkie menyebut penurunan tidak hanya dipengaruhi kondisi Jakarta. Sejumlah wilayah lain punya pola musiman yang memengaruhi daya beli konsumen.
"Terutama kan yang bisa kita lihat kan enggak hanya di Jakarta, mungkin di area-area seperti mungkin masa panen atau mungkin hal-hal lain yang kadang mempengaruhi daya beli," ujarnya.
Menurutnya, pasar otomotif memang bergerak naik-turun dan tidak bisa dibaca dari satu bulan saja. Optimisme pabrikan bertumpu pada tren tahunan yang masih menunjukkan kenaikan.
AISI menetapkan target penjualan roda dua 2026 di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, setara pencapaian 2025. Hingga Agustus, distribusi tercatat 4.362.078 unit.
Artinya, untuk mencapai batas bawah target, masih dibutuhkan 2.037.539 unit pada empat bulan tersisa. Angka itu menuntut rata-rata sekitar 509.000 unit per bulan sepanjang September–Desember.
"Ya mungkin beberapa faktor di luar kondisi, namanya market pasti kan naik turun ya, hal yang wajar. Tapi kita sudah cukup optimistis ya karena memang dari years to years kan terbukti dari angka yang dirilis ada kenaikan," kata Rifkie.
Penurunan tidak hanya terjadi di pasar domestik. Lima anggota AISI — Honda, Yamaha, Kawasaki, TVS, dan Suzuki — mencatat ekspor CBU Agustus sebesar 50.254 unit, turun dari 65.769 unit pada Juli.
Pelemahan ekspor ini menambah tekanan pada kinerja industri secara keseluruhan, meski pasar domestik tetap jadi penopang utama.
Soal kemungkinan peralihan konsumen ke sepeda motor listrik, Rifkie belum mau berspekulasi. Menurutnya, diperlukan analisis data penjualan lebih dulu sebelum menarik kesimpulan.
"Perpindahan ke motor listrik ada enggak sih pengaruhnya? Saya harus analisa dulu dari penjualan," ujarnya.
Ia menegaskan proyeksi industri motor secara keseluruhan tetap lebih baik dari tahun sebelumnya. Yamaha sendiri belum mengumumkan strategi khusus menghadapi sisa tahun 2026.