TANJUNG — Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Aris Setiawan, memaparkan data pantauan citra satelit National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA). Dari total 28 titik api, 19 berada di Areal Peruntukkan Lainnya (APL), delapan di hutan produksi, dan satu di kawasan hutan lindung.
Titik api di kawasan hutan lindung terpantau di Desa Salikung, Kecamatan Muara Uya. Sementara untuk wilayah APL, titik api tersebar di sejumlah desa seperti Pasar Batu, Kaong, Pangelak, Santu'un, Mangkupum, hingga Kinarum.
Delapan titik api di hutan produksi terdeteksi di empat desa berbeda. Data KPH mencatat lokasi tersebut meliputi Desa Solan di Kecamatan Jaro, Desa Santu'un dan Binjai di Kecamatan Muara Uya, serta Desa Hegarmanah di Kecamatan Bintang Ara.
"Kami mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat," kata Aris, Kamis.
Jajaran KPH Kabupaten Tabalong kini mengedepankan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau. Pengawasan diperketat di titik-titik rawan terbakar, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Masyarakat di sekitar area rawan diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi awal kebakaran. Langkah ini dinilai krusial mengingat kondisi lahan gambut dan semak kering yang mudah memicu api meluas dalam waktu singkat.