KALIMANTAN SELATAN — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membuka stan GIIAS 2026 dengan dua kendaraan konsep yang tak biasa. Alih-alih sekadar pajangan, Ayla Modern Vintage dan Gran Max Urban Retro yang dikerjakan bersama National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) ini kelak bisa dibawa pulang pengunjung lewat program undian.
Kolaborasi Daihatsu dengan NMAA sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu. Untuk edisi kali ini, keduanya mencoba menunjukkan bahwa modifikasi tidak harus mengorbankan aspek keselamatan atau fungsi utama kendaraan.
Daihatsu memilih Ayla bermesin 1.0 liter sebagai basis untuk Ayla Modern Vintage. Pilihan ini bukan tanpa alasan—varian tersebut menyumbang sekitar 70 persen dari total penjualan model Ayla di Indonesia.
Konsep eksteriornya diberi tajuk Vintage for Urban Lifestyle, memadukan garis bodi retro dengan elemen desain modern. Sementara itu, kabinnya mengusung tema Everyday Usability dengan suasana lebih hangat. Menariknya, mobil ini tetap mempertahankan transmisi CVT, sehingga karakter praktisnya sebagai kendaraan harian tidak hilang.
Berbeda dengan Ayla, Gran Max Urban Retro mengambil inspirasi dari model-model Daihatsu era lawas. Sentuhan retro itu dikemas ulang agar relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan masa kini.
Perubahan dilakukan pada eksterior dan interior, tetapi kapasitas Gran Max sebagai kendaraan multifungsi tetap dipertahankan. Daihatsu berharap konsep ini bisa menjadi referensi bagi pelaku industri kreatif, komunitas otomotif, hingga masyarakat umum yang ingin memodifikasi kendaraan niaga tanpa kehilangan fungsi angkutnya.
Kabar mengenai status kedua mobil sebagai hadiah undian diumumkan langsung di booth Daihatsu, GIIAS 2026, Kamis (6/8). Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, Budi Mahendra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya perusahaan menunjukkan sisi lain dari produknya.
"Kami berharap kedua karya modifikasi ini dapat menginspirasi masyarakat bahwa modifikasi dapat dilakukan secara aman, berkualitas, dan tetap fungsional," kata Budi di lokasi pameran.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan sebagian pemilik kendaraan yang kerap menganggap modifikasi identik dengan penurunan kenyamanan atau risiko keselamatan. Dengan adanya contoh nyata dari pabrikan, diharapkan ekosistem modifikasi di Indonesia bisa berkembang lebih sehat dan terukur.