BATULICIN — Proses investigasi kecelakaan maut yang merenggut tujuh nyawa di Kecamatan Mantewe masih berjalan. Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu, AKP Eko Guntar, menyatakan pihaknya belum bisa merilis hasil resmi karena penyidik masih mengumpulkan dan menganalisis fakta di lapangan.
“Mohon waktu ya. Kami rencana akan release,” ujar AKP Eko Guntar saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Insiden terjadi saat mobil pikap desa mengangkut rombongan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi. Mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan wisata Sungai Alut ketika bertabrakan dengan truk tangki di lokasi kejadian.
Benturan keras tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, termasuk pengemudi truk tangki. Manajemen PT Kharisma Kaisar Batulicin telah mengonfirmasi bahwa armada yang terlibat adalah kendaraan operasional perusahaan.
Fakta yang kemudian mencuat, truk tidak dikemudikan oleh sopir resmi. Pengemudi saat itu adalah anak kernet yang menggantikan ayahnya secara mendadak karena sopir mengalami sakit gigi. Manajemen menyebut pergantian ini dilakukan di luar SOP perusahaan.
Meski informasi soal pengemudi pengganti menjadi perhatian, penyidik belum memastikan apakah faktor tersebut berkaitan langsung dengan penyebab tabrakan. Satlantas Polres Tanah Bumbu menegaskan hasil penyelidikan akan disampaikan ke publik setelah seluruh rangkaian investigasi tuntas.
Masyarakat diminta bersabar menunggu keterangan resmi dari kepolisian. Proses analisis data dan olah tempat kejadian perkara masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan yang menewaskan tujuh orang tersebut.