KALIMANTAN SELATAN — Kami belum sempat memegang langsung kedua jam tangan ini, jadi ulasan ini adalah analisis dari sesi peluncuran "Move Beyond The Limits" yang digelar Samsung di Tangerang pada Jumat (31/7/2026). Yang jelas, dari paparan MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, ada pergeseran besar: Samsung tidak lagi bicara soal durasi baterai atau ketahanan militer, melainkan soal bagaimana AI membaca data biometrik sepanjang hari.
Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 masih mengandalkan Samsung BioActive Sensor yang sudah dipakai sejak generasi sebelumnya. Tidak ada klaim hardware baru yang revolusioner di sini. Justru yang menarik adalah lapisan software di atasnya—One UI 9—yang mengubah data mentah menjadi skor yang bisa ditindaklanjuti.
Fitur unggulannya ada empat: Vitals untuk ringkasan kondisi tubuh harian, Heart Health Score yang menggabungkan kualitas tidur, aktivitas, komposisi tubuh, dan stres untuk menilai risiko kardiovaskular, Daily Cardio Load untuk mengukur beban latihan, dan Fitness Index yang merangkum kesiapan fisik. Ini bukan sekadar angka detak jantung—Samsung mencoba menjawab pertanyaan "apakah tubuh saya siap beraktivitas hari ini?"
Dari semua fitur baru, Heart Health Score adalah yang paling ambisius. Sistem ini mengolah data detak jantung istirahat, Heart Rate Variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan SpO2 menjadi satu skor tunggal. Secara konsep, ini mirip dengan Recovery Score di Garmin atau Body Battery di Fitbit.
Samsung jelas membedakan dua segmen. Galaxy Watch Ultra2 diposisikan untuk aktivitas outdoor ekstrem dan pemulihan setelah latihan berat, sementara Galaxy Watch9 lebih ke pendamping harian yang nyaman dipakai dari tidur sampai kerja. Sayangnya, dari sesi peluncuran ini Samsung belum menyebutkan harga resmi untuk Indonesia—ini keputusan yang kami sayangkan karena pembeli butuh angka pasti untuk membandingkan dengan kompetitor seperti Garmin Venu 3 atau Apple Watch Series 10.
Meski klaim AI-nya menarik, ada beberapa hal yang membuat kami menahan diri untuk antusias:
Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 secara konsep adalah langkah berani Samsung untuk membedakan diri dari kompetitor di pasar smartwatch Indonesia yang semakin ramai. Fokus pada pemantauan sepanjang hari—bukan hanya saat olahraga—adalah pendekatan yang tepat untuk pasar yang mulai sadar kesehatan preventif.
Kami merekomendasikan untuk menunggu hasil uji jangka panjang sebelum memutuskan membeli. Fitur AI-nya menjanjikan, tapi akurasi sensor di kondisi Indonesia yang panas dan kelembapan tinggi adalah faktor penentu yang belum terjawab. Jika Anda sudah punya Galaxy Watch5 atau Watch6, upgrade ke generasi ini belum terasa wajib—kecuali Heart Health Score benar-benar terbukti akurat dalam uji kami nanti.