70 Guru SD dan SMP di Sungai Durian dan Pamukan Barat Ikuti Pelatihan Kompetensi Bersama PT Pelsart Tambang Kencana

Penulis: Zulham Nasution  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:18:31 WIB
guru SD dan SMP di Sungai Durian dan Pamukan Barat mengikuti pelatihan kompetensi yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru.

KOTABARU — Para pendidik dari delapan sekolah di dua kecamatan terpencil ini mendapatkan materi seputar pembelajaran inklusif, pendekatan deep learning, serta pemanfaatan media ajar interaktif. Kegiatan ini dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan guru untuk beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, sekaligus memenuhi kewajiban pengembangan profesi minimal 20 jam pelajaran per tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP., yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa pelatihan semacam ini menjadi momentum bagi tenaga pendidik untuk memperbarui kompetensi. "Pelatihan seperti ini menjadi kesempatan bagi guru untuk memperbarui kompetensi dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah. Kami mengapresiasi dukungan PT Pelsart Tambang Kencana yang memfasilitasi penuh kegiatan ini," ujarnya.

Kolaborasi Perdana Organisasi Profesi dan Dunia Usaha

Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, S.Pd., menyebut kerja sama ini sebagai langkah baru yang menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Menurutnya, materi yang diangkat sangat relevan dengan tantangan guru di lapangan saat ini.

"Materi mengenai pembelajaran inklusif dan media pembelajaran interaktif sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini agar mampu menjawab tantangan pembelajaran sekaligus mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Sungai Durian maupun Pamukan Barat sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensinya," katanya.

Guru Dituntut Pahami Karakter Belajar Setiap Murid

Salah satu narasumber, Ambar Widiyastuti, memaparkan bahwa tantangan guru kini tidak sekadar menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru harus mampu membaca karakter dan kebutuhan belajar setiap peserta didik yang berbeda-beda.

"Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu memahami pembelajaran inklusif agar mampu menciptakan ruang belajar yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang. Kompetensi tersebut kini menjadi bagian dari profesionalisme guru," jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan media interaktif dan deep learning diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna. Metode ini juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan mendorong partisipasi aktif di kelas.

Investasi Jangka Panjang untuk Sumber Daya Manusia

Manajer CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto L Inkiriwang, menyatakan bahwa dukungan perusahaan terhadap pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia di wilayah operasional. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan industri.

"Transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, mampu berpikir kritis, bekerja sama, serta memanfaatkan teknologi. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing dan mampu mengambil peluang di berbagai sektor pembangunan, termasuk industri," tuturnya.

Menurut Septamto, sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan korporasi menjadi pendekatan efektif untuk memperluas akses pelatihan berkelanjutan, terutama di daerah yang masih terbatas jangkauannya terhadap program pengembangan profesi.

Peserta Antusias Pelajari Platform Digital dan IFP

Manfaat pelatihan ini langsung dirasakan para peserta. Tiwi, guru SD Negeri Buluh Kuning, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, mulai dari penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) hingga pemanfaatan platform digital seperti Rumah Pendidikan dan Ruang Murid.

"Kami juga mendapatkan pengetahuan baru terkait pendidikan inklusif untuk memahami dan menangani anak-anak yang mengalami kesulitan belajar," ungkapnya. Para peserta berasal dari SD Negeri Gendang Timburu, SD Negeri Buluh Kuning, SD Negeri Mantam Desa Batuah, SMP Negeri 1 Sungai Durian, hingga SMP Negeri 1 Pamukan Barat.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: megapolis.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top