KALIMANTAN SELATAN — Kabar penutupan ini pertama kali beredar melalui pengumuman resmi di server Discord game tersebut. Ubisoft menyebut keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang. "Setelah mempertimbangkan secara matang, kami memutuskan untuk mengakhiri layanan game ini. Server Champions Tactics akan ditutup resmi pada 30 Oktober," tulis pihak pengembang dalam pengumuman yang dikutip Kotaku.
Padahal, game ini masih memiliki basis pemain kecil yang loyal. Namun, sinyal buruk sebenarnya sudah terlihat sejak Mei 2025. Saat itu, Ubisoft diam-diam mengumumkan transisi game menjauh dari fungsi Web3—fitur yang menjadi jualan utama Champions Tactics sejak awal.
Konsep awal Champions Tactics adalah game strategi taktis di mana unit tempur bisa dicetak (mint) dan diperdagangkan di marketplace blockchain menggunakan mata uang kripto. Inilah daya tarik utama yang membedakannya dari game strategi konvensional.
Masalahnya, waktu rilis game ini sangat tidak tepat. Champions Tactics baru meluncur pada 2024, hampir tiga tahun setelah puncak demam NFT pada 2021. Tren tersebut mulai meredup setahun kemudian, tepatnya 2022, ketika pasar aset digital mengalami koreksi tajam dan minat publik terhadap koleksi NFT mulai memudar.
Menariknya, penutupan Champions Tactics tidak serta-merta mengakhiri eksperimen Ubisoft di dunia aset digital. Perusahaan justru mengarahkan pemain yang tersisa ke game baru bernama Might and Magic Fates.
Game tersebut merupakan deckbuilder bergaya Hearthstone, di mana pemain bisa membeli dan menjual kartu menggunakan uang tunai atau kripto. Untuk menarik minat, Ubisoft menawarkan reward in-game bagi pemain Champions Tactics yang bersedia pindah ke Might and Magic Fates.
Kegagalan Champions Tactics sebenarnya bukan kasus pertama. Sebelumnya, Ubisoft juga sempat mencoba peruntungan dengan sistem item NFT di game Tom Clancy's Ghost Recon Breakpoint pada 2021, yang menuai reaksi negatif dari komunitas pemain.
Berbeda dengan tren teknologi lain yang bertahan, NFT di game justru dianggap mengganggu keseimbangan dan tidak memberikan nilai tambah nyata bagi pengalaman bermain. Mayoritas gamer menolak model ekonomi yang mengutamakan spekulasi aset digital ini.
Bagi pengguna Indonesia yang sempat mencoba Champions Tactics, penutupan ini berarti seluruh aset NFT yang dimiliki akan kehilangan fungsi utamanya. Meski aset tersebut tetap tersimpan di blockchain, nilai gunanya dalam game akan hilang sepenuhnya setelah server mati.
Keputusan Ubisoft ini menjadi pelajaran berharga bagi industri game lokal yang mungkin tergoda mengadopsi teknologi serupa. Adopsi teknologi baru tetap harus mempertimbangkan kesiapan pasar dan kebutuhan pemain, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.