BANJARBARU — Sejumlah berita ekonomi dan kesejahteraan rakyat mewarnai Kalimantan Selatan pada Minggu (26/7). Mulai dari gebrakan Pemkot Banjarbaru yang menggelar kompetisi bayar pajak berhadiah umrah, hingga kegiatan budaya di Tabalong yang melibatkan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Pemkot Banjarbaru resmi meluncurkan kompetisi bayar pajak daerah menggunakan sistem QRIS. Wajib pajak yang bertransaksi melalui kanal digital ini berkesempatan memenangkan hadiah utama perjalanan umrah.
Program ini dirancang untuk mendongkrak penerimaan pajak sekaligus membiasakan warga bertransaksi nontunai. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai periode kompetisi dan jumlah pemenang.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel menyalurkan dana bantuan senilai Rp3,8 miliar sepanjang Semester I 2026. Dana tersebut berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para nasabah dan pegawai Bank Kalsel.
Penyaluran difokuskan pada program-program sosial dan pemberdayaan ekonomi mustahik di seluruh wilayah Kalsel. Langkah ini memperkuat peran perbankan daerah dalam pengentasan kemiskinan.
Bank Kalsel Syariah menggelar program bagi-bagi voucher belanja bagi nasabah yang membuka rekening tabungan haji baru. Promo ini berlaku periode tertentu dan bertujuan menarik minat masyarakat menabung sejak dini untuk biaya perjalanan ibadah haji.
Voucher belanja dapat digunakan di sejumlah merchant yang telah bekerja sama dengan Bank Kalsel Syariah. Inovasi ini menjadi strategi perbankan syariah memperluas basis nasabah di tengah persaingan layanan keuangan digital.
SDN 6 Tanjung, Kabupaten Tabalong, meluncurkan program "KABAR KITA" sebagai upaya revitalisasi bahasa Banjar di kalangan siswa. Kegiatan ini melibatkan penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Langkah ini menjadi respons atas menurunnya minat generasi muda terhadap bahasa ibu. Sekolah berharap program tersebut bisa membentuk kebiasaan berbahasa Banjar sejak dini tanpa mengesampingkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Perkumpulan Pusaka Tabalong menggelar acara HAKTAWA yang melibatkan anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan ini menjadi wadah inklusivitas dan pengembangan potensi bagi ABK di wilayah Tabalong.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai jenis kegiatan HAKTAWA dan jumlah peserta. Namun, inisiatif ini menandai meningkatnya perhatian komunitas terhadap hak-hak penyandang disabilitas di Kalimantan Selatan.