TANJUNG — Suasana hangat terasa di Aston Tanjung Hotel saat puluhan anak berkebutuhan khusus beserta orang tua mereka duduk melingkar meja panjang. Di hadapan mereka tersedia aneka buah segar, pisau, dan piring hias. Di bawah arahan chef hotel, anak-anak dan orang tua bekerja sama menyusun potongan buah jadi bentuk hewan dan bunga. Ini adalah salah satu sesi dalam Hari Keluarga Tanpa Gawai (HAKTAWA) yang digelar Perkumpulan Putra/Putri Saraba Kawa (Pusaka) Kabupaten Tabalong.
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka Firman Yusi mengatakan HAKTAWA bukan sekadar ajakan berhenti menggunakan gawai. “Memberikan ruang untuk hadir sepenuhnya bersama keluarga, terutama bersama anak-anak,” ujar Firman yang juga anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS.
Menurut Firman, setiap anak berhak tumbuh, belajar, bermain, dan mendapat kasih sayang dalam lingkungan keluarga. Karena itu, kegiatan ini dikemas secara inklusif agar anak-anak ABK dapat beraktivitas bersama keluarga dalam suasana penuh kegembiraan.
Bupati Tabalong H M Noor Rifani dan Bunda PAUD Tabalong Hj Desi Suryanti Noor Rifani menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut Bupati, kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat interaksi antara orang tua dan anak. “Anak-anak dapat menemukan kegembiraan melalui kegiatan bermain dan belajar bersama keluarga,” ujar Noor Rifani.
Pemerintah daerah berharap HAKTAWA bisa jadi gerakan yang mendorong keluarga menyediakan waktu berkualitas bagi anak. Terlebih dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, perhatian terhadap tumbuh kembang dan pemenuhan hak anak perlu terus menjadi perhatian bersama.
Salah satu aktivitas utama dalam HAKTAWA kali ini adalah membuat sajian buah hias. Dipandu chef dari Aston Tanjung Hotel, anak-anak bersama orang tua berkreasi mengolah dan menyajikan buah dalam bentuk yang menarik. Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan agar anak-anak dapat beraktivitas, belajar, dan bermain dalam suasana hangat.
HAKTAWA spesial Hari Anak Nasional 2026 ini menggandeng FUNTIME sebagai mitra kegiatan. Perkumpulan Pusaka berharap acara serupa dapat terus dikembangkan sebagai gerakan keluarga tanpa ketergantungan pada gawai.