KALIMANTAN SELATAN — PAMA tidak sekadar menanam pohon. Melalui program ini, perusahaan mengajak seluruh warga sekolah—siswa, guru, hingga tenaga kependidikan—untuk terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan. Harapannya, tumbuh rasa tanggung jawab bersama menjaga lingkungan sekolah agar tetap asri dan nyaman sebagai tempat belajar.
Bibit yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari tanaman buah produksi, tanaman buah langka atau pranaraksa, hingga pohon langka bernilai ekologis tinggi. "Kehadiran beragam jenis tanaman ini diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga kelestarian alam," ungkap perwakilan PAMA dalam keterangan resmi.
Pohon-pohon tersebut juga dirancang memberikan manfaat jangka panjang. Selain menyerap karbon dan menurunkan suhu panas di area sekolah, ruang hijau yang tercipta diyakini mampu meningkatkan kualitas udara dan mendukung aktivitas belajar mengajar yang lebih nyaman. "Pohon yang tumbuh dan berkembang nantinya akan menjadi investasi jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar," imbuhnya.
Kegiatan ini merupakan dukungan PAMA terhadap upaya mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan melalui Program Adiwiyata. Dengan bertambahnya ruang hijau dan keterlibatan aktif warga sekolah dalam menjaga lingkungan, sekolah-sekolah binaan diharapkan semakin siap memenuhi indikator sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan.
Program ini menegaskan komitmen PAMA dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang lingkungan dan pendidikan. Perusahaan meyakini menanam pohon bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan menanam harapan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada generasi masa depan. Dengan semangat kolaborasi antara perusahaan, sekolah, dan masyarakat, penanaman 145 bibit pohon di lima sekolah ini diharapkan menjadi langkah kecil berdampak besar bagi lingkungan hijau dan sehat di Kabupaten Kutai Timur.