KALIMANTAN SELATAN — Laga ulangan semifinal Piala Dunia 2022 antara Prancis dan Maroko akan tersaji di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Empat tahun lalu, Les Bleus menang 2-0. Kini, Atlas Lions datang dengan kepercayaan diri yang berbeda.
Di bawah asuhan Ouahbi, Maroko memetik empat kemenangan dan sekali hasil imbang di Piala Dunia 2026. Satu-satunya tim yang mampu menahan mereka adalah Brasil. Usai itu, Maroko berturut-turut menaklukkan Skotlandia, Haiti, Belanda, dan Kanada.
Laga kontra Belanda menjadi ujian terberat. Di babak 32 besar, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Maroko akhirnya memenangi adu penalti dengan skor 3-2.
Konsistensi hasil positif ini tak lepas dari kegigihan Ouahhi mempertahankan filosofi mainnya. Ia menolak beradaptasi dengan gaya lawan dan memaksa setiap tim menghadapi identitas khas Maroko.
"Dia tetap teguh pada gaya permainannya sendiri dan tidak mau didikte oleh lawan. Saat Maroko bermain sekarang, kami memiliki identitas kami sendiri," ujar mantan pemain timnas Maroko, Youssouf Hadji, kepada Reuters.
Pernyataan itu menegaskan Maroko kini bukan lagi tim yang hanya mengandalkan pertahanan rapat. Mereka punya keberanian untuk menguasai bola dan membangun serangan terstruktur.
Catatan tak terkalahkan tentu menjadi suntikan moral. Namun, Prancis tetaplah juara bertahan dengan kedalaman skuad yang luar biasa. Pertandingan nanti akan menjadi ujian sesungguhnya apakah rekor Ouahbi hanya angka, atau benar-benar cerminan kekuatan tim.
Bagi Maroko, laga ini lebih dari sekadar perempatfinal. Ini adalah kesempatan membayar kekalahan pahit di semifinal 2022.