Dinsos P3AP2KB Tabalong Gelar Bimtek untuk 100 Kader Puspaga, Bupati Tekankan Penguatan Sistem Rujukan Keluarga

Penulis: Zulham Nasution  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 22:37:31 WIB
Seratus kader Puspaga mengikuti bimtek di Aula Barunak Tanjung, Kamis (2/7/2026).

TANJUNG — Seratus kader dan konselor dari berbagai unsur di Kabupaten Tabalong mengikuti bimbingan teknis Lembaga Penyedia Layanan Rujukan dan Jejaring Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Aula Barunak Tanjung, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini digarap oleh Dinsos P3AP2KB Tabalong sebagai langkah konkret meningkatkan kapasitas petugas di lapangan.

Peserta bimtek berasal dari TP PKK Tabalong, pengelola Puspaga kabupaten, UPTD PPA, konselor kecamatan dan desa, KUA, Kader Bina Keluarga Remaja, serta Kader Posyandu TP PKK Desa. Mereka dibekali pemahaman tentang fungsi Puspaga dan mekanisme rujukan yang terpadu.

Bupati: Petugas Harus Responsif Mendampingi Keluarga

Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong, H Syam’ani, menegaskan bahwa bimtek ini merupakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas lembaga penyedia layanan.

“Kita ingin menyamakan persepsi dan menambah pemahaman tentang fungsi Puspaga, memperkuat sinergi koordinasi antarlembaga, serta membangun sistem rujukan yang lebih cepat, tepat, dan terpadu,” ujar Syam’ani dalam sambutannya.

Ia menambahkan, seluruh petugas dan konselor di lapangan harus lebih siap, responsif, dan cakap dalam mendampingi keluarga-keluarga yang membutuhkan layanan rujukan.

Sistem Rujukan Jadi Fokus Utama Puspaga Tabalong

Puspaga atau Pusat Pembelajaran Keluarga merupakan wadah yang menyediakan layanan konseling, informasi, dan rujukan bagi keluarga. Dengan adanya bimtek ini, para kader diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan keluarga sejak dini dan merujuknya ke lembaga yang tepat.

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, yang membuka langsung kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Dinsos P3AP2KB. Ia menilai penguatan jejaring rujukan menjadi kunci dalam menekan angka permasalahan sosial di tingkat keluarga.

“Keluarga adalah unit terkecil yang harus kita lindungi. Jika sistem rujukannya kuat, penanganan kasus kekerasan, stunting, atau masalah anak bisa lebih efektif,” kata Bupati dalam sambutannya.

100 Kader dari Berbagai Lini Dilibatkan

Peserta bimtek tidak hanya berasal dari jajaran pemerintah, tetapi juga melibatkan Kader Bina Keluarga Remaja dan Kader Posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa. Hal ini dinilai strategis karena mereka menjadi garda terdepan dalam mendeteksi masalah keluarga.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin Dinsos P3AP2KB Tabalong untuk memastikan setiap lembaga penyedia layanan rujukan memiliki standar pemahaman yang sama. Ke depan, evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas sistem rujukan yang sudah dibangun.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: kalimantanlive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top