PELAIHARI — Sebanyak 17 petani yang mewakili puluhan kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Kapolda Kalsel. Pertemuan yang digelar di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, ini menjadi ajang bagi para petani untuk menyampaikan kendala yang menghambat produksi jagung di daerah yang telah dicanangkan sebagai sentra produksi jagung Kalsel tersebut.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk mengoperasikan alsintan. Seorang petani bernama Balot mengungkapkan, selama ini mereka hanya mengandalkan pembelian di pengecer karena kesulitan mendapat pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menanggapi hal itu, Kapolda langsung memerintahkan Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, untuk mendata kelompok petani yang mengalami kendala serupa. "Ketersediaan bibit, pupuk, alsintan termasuk BBM harus kita pastikan terus setelah Tanah Laut dicanangkan sebagai sentra produksi jagung," tegas Yudha.
Tak hanya soal solar, petani juga menyambut gembira kebijakan tabel rafaksi yang diinisiasi oleh Kapolda. Instrumen ini dinilai mampu menjaga harga jagung di tingkat petani agar tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak. "Semua masukan, keluh kesah dari petani sangat berguna bagi kita untuk perbaikan tata kelola mendukung program ketahanan pangan ke depan," kata Yudha di Pelaihari.
Balot, salah satu petani, mengakui bahwa sejak ada pendampingan dari kepolisian, semangat petani untuk menanam jagung meningkat. Sejumlah kendala, seperti kurangnya alsintan, perlahan bisa teratasi berkat bantuan pemerintah daerah yang didorong oleh Polda Kalsel dan Polres Tanah Laut.
Kabupaten Tanah Laut saat ini memiliki luas tanam jagung mencapai sekitar 2.052 hektare. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan setempat mencatat, ada sekitar 300 petani yang aktif menanam jagung. Dengan potensi tersebut, Tanah Laut ditargetkan mampu memproduksi jagung sebanyak 100 ribu ton pada tahun 2025 mendatang.
Kapolda menegaskan, jajarannya harus hadir mendukung kegiatan pertanian, termasuk petani jagung yang terus didorong peningkatan produksinya. Menurutnya, penting untuk mengetahui segala kendala di lapangan agar tidak lagi menjadi hambatan dalam budidaya jagung ke depan.