Pemprov Kalsel dan Polda Tandatangani Kesepakatan, Tanah Laut Jadi Sentra Produksi Jagung untuk Tekan Ketergantungan Pasokan

Penulis: Zulham Nasution  •  Senin, 29 Juni 2026 | 21:22:31 WIB
Pemprov Kalsel dan Polda tandatangani kesepakatan untuk tingkatkan produksi jagung di Tanah Laut.

TANAH LAUT — Kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan yang hanya terpenuhi seperempatnya menjadi alasan utama pemerintah daerah menggandeng institusi kepolisian untuk menggenjot produksi. Melalui program ini, Pemprov dan Polda Kalsel menargetkan penggarapan lahan jagung seluas 15.000 hektare di seluruh wilayah Tanah Laut.

Bantuan Alat Berat dan Benih Unggul untuk Petani

Dalam pencanangan yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama itu, Polda Kalsel mengucurkan bantuan sarana prasarana pertanian. Bantuan tersebut meliputi empat unit mesin combine harvester, lima unit traktor pertanian, serta paket pupuk dan benih unggul berkualitas tinggi.

“Tujuan utama kita adalah meningkatkan produksi jagung di Tanah Laut. Saat ini, kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan baru terpenuhi sekitar 25 persen dari total kebutuhan,” ujar Kapolda Kalsel dalam sambutannya.

Surplus Produksi Siap Dipasok ke Provinsi Lain

Kapolda menambahkan, jika program berjalan sesuai target dan menghasilkan surplus, hasil panen tidak hanya akan mencukupi kebutuhan dalam daerah. “Nantinya siap dipasok ke provinsi lain hingga dapat diekspor ke luar negeri,” tegasnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk melindungi petani dari permainan harga pasar yang tidak sehat. Pemerintah memastikan harga jual jagung di tingkat petani tetap terjaga dan menguntungkan.

Kolaborasi Unik: Polri-Pemda-Petani Sepanjang Rantai Pasok

“Ini merupakan kerja sama unik di Indonesia, antara Pemerintah, Polri, dan masyarakat. Kita pastikan rantai pasok teratur sehingga harga tidak lagi diatur oleh pihak-pihak tertentu. Kesejahteraan petani menjadi prioritas utama kita,” tegas Gubernur Muhidin.

Sinergi ini melibatkan Polda Kalsel bersama jajaran Polres Tanah Laut, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Tanah Laut, serta Tenaga Penyuluh Lapangan (PPL dan PPS). Pengawalan akan dilakukan mulai dari proses penanaman hingga masa panen untuk memastikan target produksi tercapai.

Pemerintah berharap Tanah Laut dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan dalam mengembangkan potensi pertanian lokal menuju kemandirian pangan daerah yang berkelanjutan.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: habarkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top